PILPRES 2019

Pramono: Kisi-Kisi Kepada Paslon Mengembalikan Debat Ke Khitahnya

Politik  MINGGU, 06 JANUARI 2019 , 20:56:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pramono: Kisi-Kisi Kepada Paslon Mengembalikan Debat Ke Khitahnya

Pramono Ubaid Thanthowi

RMOLBanten. Bocoran materi atau tema debat pasangan Capres dan Cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada kedua paslon Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno mendapat reaksi beragam.

Reaksi sumir KPU telah kehilangan marwahnya pun mencuat, terlebih pemaparan visi misi pun dibatalkan karena KPU memandang tidak ada kata sepakat antara kedua tim pasangan Capres dan Capwares ini.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi memberikan klarifikasinya. Kata Pram biasa disapa, kesepakatan antara KPU dengan kedua Timses pasangan Capres-Cawapres untuk memberikan kisi-kisi soal kepada paslon seminggu sebelum debat kandidat adalah untuk mengembalikan debat ke khittahnya, yakni sebagai salah satu metode kampanye yg diatur oleh UU.

"Kampanye sendiri menurut UU Pemilu yaitu kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program dan/atau citra diri peserta pemilu," kata Pram dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, (Minggu, 6/1).

Kata Pram, dengan memberikan soal sebelummya, maka gagasan yang disampaikan pasangan calon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh. Apa visinya jika terpilih, apa misinya untuk membangun bangsa, dan apa programnya untuk mengatasi berbagai masalah rakyat.

"Sehingga publik bisa memberikan penilaian bukan berdasarkan informasi yang sepotong-potong," katanya.

Lanjut Pram, yang dikedepankan yaitu penyampaian gagasannya, bukan pertunjukan atau shownya.
"Lagi pula debat kandidat bukanlah acara kuis atau reality show yg penuh tebak-tebakan. Karena bukan itu substansinya. Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya. Bukan shownya," kata Pram menegaskan.

Namun, kata Pram, bukan berarti KPU sama sekali mengabaikan aspek show tersebut. Karena bagaimana pun, debat kandidat adalah kegiatan yang disiarkan secara luas oleh stasiun TV. Karena itu, soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka.

"KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup," ujarnya.

Untuk setiap segmen, lanjut Pram, KPU menggunakan metode setengah tertutup, di mana masing-masing Paslon diberikan lima soal yang sama. Dan masing-masing Paslon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara lima soal itu.

"Jadi bukan dikasih tahu 1 soal seminggu sebelumnya yang pasti akan ditanyakan dalam debat. Karena itu maka setiap Paslon harus tetap menyiapkan diri dengang serius. Karena mereka tidak tahu, soal yangg mana yang harus mereka jawab. Dan metode ini akan dilakukan untuk beberapa segmen," katanya.

Selanjutnya, kata Pram, dalam salah satu segmen KPU juga menerapkan metode pertanyaan tertutup, di mana antar-Paslon bisa saling mengajukan pertanyaan.

"Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia. Namun tidak boleh keluar dari tema utama: hukum, HAM, korupsi, dan terorisme," katanya.

"Timses kedua Paslon setuju dg format seperti ini." ujar Pram mengakhiri. [dzk]



Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds