Ngaku Ditembak Orang, Pemilik Senpi Diringkus Polres Tangsel

Hukum  SENIN, 07 JANUARI 2019 , 17:26:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Ngaku Ditembak Orang, Pemilik Senpi Diringkus Polres Tangsel

Senpi rakitan di Tangsel/ARS

RMOLBanten. Usaha Ade Raihan Muslim (20) mengelabui Polisi tidak berhasil. Ade pun harus ngeringkuk di tahanan Polres Tangerang Selatan.

Ade sempat mengaku ditembak orang tak dikenal, nyatanya tertembak sendiri Senpi rakitan miliknya.
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menceritakan kejadian tersebut berawal dari laporan warga yang mendengar letusan tembakan di depan Apartemen Altiz Jalan Raya Bintaro, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Betung, Tangsel, Senin (31/12) lalu.

Tim Vipers Polres Tangsel yang mendapat laporan langsung bergerak menuju RS Sari Asih Ciledug tempat Ade dirawat untuk menanyakan kronologis kejadian penembakan yang menimpanya.

"Ini cukup menarik, karena pada saat dimintai keterangan anggota kami, tersangka mengaku korban penembakan orang tidak dikenal sehingga mendapat perawatan," ujar Ferdy Irawan saat gelar perkara di Mapolres Tangsel, Senin (7/1).

Pada saat pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), kata Ferdy, polisi meminta keterangan kepada korban, kemudian selanjutnya dilaksanakan penyelidikan.

Dari hasil keterangan saksi-saksi dan tersangka yang mengaku korban, akhirnya diketahui, Ade bukan ditembak oleh orang tidak dikenal, melainkan tertembak sendiri dari senjata api (Senpi) milikinya.

Di lokasi perkara, Polres Tangsel pun menemukan dua buah senpi rakitan dan empat buah butir peluru rakitan serta satu butir proyektir yang bersarang di kaki kiri Ade.

"Korban mengalami luka tembak akibat ulahnya sendiri. Senjata merupakan rakitannya sendiri berikut pelurunya juga rakitan. Tersangka membuat senpi serta peluru rakitan dengan acara otodidak melalui internet. Dengan alasan, untuk berjaga-jaga dan tidak memiliki ijin," katanya.

Lanjut Ferdy, tersangka pada saat tertembak sedang berkumpul bersama teman-temannya dan terpengaruh minuman keras. Dan, tak sadar senpi yang dipegangnya meletus mengenai dirinya sendiri.

"Tersangka bersama kawan-kawannya sedang berkumpul dan mabuk akibat minuma keras, sehingga tidak sadar senjata menembak kakinya sendiri," terang Kapolres.

Pada saat ditanyai, Ade mengaku proses pembuatan senpi selama tiga bulan dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan dilakukan dirumahnya.

"Tiga bulan pak, pembuatannya. Ya, buat jaga-jaga aja," kata Ade sambil tertunduk.

Akibat perbuatannya, Ade dikenai pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 atas Tindak Pidana Pemilikan Senjata Api Tanpa Hak dengan ancaman hukuman sampai 20 tahun penjara. [dhn]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds