Plak Gumbang Gumplak Plak Plak!

Opini  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 16:52:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Plak Gumbang Gumplak Plak Plak<i>!</i>

Ondel-ondel/Net

ONDEL-ondel merupakan satu di antara sekian banyak mahakarya kebudayaan Nusantara sangat layak diajukan ke UNESCO untuk masuk ke dalam daftar Warisan Kebudayaan Dunia kebanggaan bangsa Indonesia.

Renaisan

Saya terharu dan bangga di tengah banjir kebudayaan asing melanda persada Nusantara terbukti ondel-ondel bukan pasrah menyerah namun mulai menggeliat demi melakukan renaisan alias kebangkitan kembali.

Ondel-ondel bukan hanya tampil sebagai ikon kebudayaan Betawi pada berbagai peristiwa kebudayaan formal, namun juga nyaris setiap hari joget di berbagai pusat keramaian masyarakat berkumpul di kota Jakarta.

Bahkan bermunculan lembaga swadaya masyarakat giat mengorganisir para pengamen ondel-ondel sebagai bagian perhelatan ekonomi kreatif mendukung industri pariwisata merangkap industri hiburan sekaligus sumber nafkah bagi rakyat.

Namun selazim kegiatan kebudayaan apa pun yang berhasil memasyarakat maka para pengamen ondel-ondel mustahil lepas dari tanggung jawab sosial terhadap kepentingan masyarakat dalam arti seluas dan selengkap mungkin.

Reaksi Negatif

Di tengah semarak euforia kultural timbul pula dampak tidak terlalu menggembirakan. Mulai timbul reaksi negatif terhadap kebangkitan kembali ondel-ondel dari pihak masyarakat.

Ada yang merasa terganggu akibat suara musik pengiring Ondel Ondel memang tergolong nyaring maka rawan cenderung berisik bagi yang terbiasa dengan suara musik lembut.

Ada yang merasa kenyaman diri terusik akibat para pengamen Ondel Ondel merajalela ke sana ke mari secara terkesan liar maka tidak tertib.

Kerap terjadi kemacetan lalu lintas akibat aksi pengamenan ondel-ondel melenggang di jalan raya. Ada pula yang protes ketegaan hati para juragan memperkerjakan anak-anak di bawah umur yang secara ragawi belum layak untuk membopong boneka ondel-ondel yang berukuran cukup besar dan berbobot cukup berat sehingga jelas melanggar peraturan ketenagakerjaan plus melanggar asas kemanusiaan adil dan beradab terhadap anak-anak.

Penataan

Merupakan tugas bagi dinas kebudayaan pemerintah provinsi DKI Jakarta bukan melarang, namun menata daya ondel-ondel sebagai mahakarya kebudayaan Nusantara merangkap daya ekonomi kreatif mendukung industri pariwisata agar tidak diejawantahkan secara melanggar tata tertib umum, kenyamanan masyarakat, peraturan ketenagakerjaan serta kemanusiaan yang adil dan beradab terhadap anak-anak yang lebih layak rajin bersekolah ketimbang sibuk mencari nafkah melalui profesi pengamen ondel-ondel.

Seyogianya falsafah Jawa Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngono diterapkan pada upaya tatalaksana daya ondel-ondel sebagai mahakarya kebudayaan Betawi nan tiada dua di planet bumi sesuai ajakan dendang ria Benyamin Sueb: Nyok, kite nonton ondel-ondel. Nyok, kite ngarak ondel-ondel. Plak gumbang gumplak plak plak. Gendang nyaring ditepak. Yang ngiringin nandak. Pade surak-surak.[***]

Penulis Meyakini Keanekaragaman Mahakarya Nusantara Tiada Bandingan Di Marcapada Ini




Komentar Pembaca
Elang Versus Naga Berebut Tahta Ruang Maya
Jaman Gelap

Jaman Gelap

RABU, 16 JANUARI 2019

Kelirumologi Fraksi

Kelirumologi Fraksi

SENIN, 14 JANUARI 2019

Candi Jago

Candi Jago

MINGGU, 13 JANUARI 2019

Petilasan Mohenjo Daro

Petilasan Mohenjo Daro

SABTU, 12 JANUARI 2019

Cerita Panji Melanglang Buana

Cerita Panji Melanglang Buana

JUM'AT, 11 JANUARI 2019

Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds