TSUNAMI BANTEN

Bantuan Melimpah, Beras Untuk Korban Tsunami Masih Tersisa 5,96 Ton

Daerah  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 21:28:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Bantuan Melimpah, Beras Untuk Korban Tsunami Masih Tersisa 5,96 Ton

Foto/RUS

RMOLBanten. Sampai hari ke-15 pasca bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Banten, bantuan terus berdatangan, baik dari perorangan maupun lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta.

Bantuan mengalir ke posko utama bantuan logistik bantuan bencana Provinsi Banten yang berlokasi di Gedung Aspirasi KP3B Curug. Khusus beras sendiri, Pemprov telah 22, 59 ton beras dan masih tersisa 5,96 ton.

Kepala Posko Utama Logistik Bantuan bencana Provinsi Banten, Opar Sohari, mengungkapkan, pihaknya telah mendistribusikan kelngkapan dana kebutuhan bagi korban Tsunami Selata Sunda di wilayah Kabupaten Serang dan Pandeglang.
        
''Sampai hari ini Alhamdulillah bantuan terus mengalir. Sehingga ketersediaan logistik untuk korban tsunami yang masih dipengungsian masih mencukupi, bahkan lebih," katanya.

Opar menjelaskan, bantuan-bantuan logistik tersebut yang diterima posko utama diantaranya beras masih ada sekitar 5,9 ton yang tersedia dari total bantuan yang masuk sekitar 22,5 ton, mie instant 281 karton dari jumlah yang diterima 1.998 karton/dus, air mineral yang diterima 2474 karton dan sudah disalurkan kepada para korban sebanyak 1.549 karton, bantuan uang tunai Rp153,8 juta, perlengkapan mandi, cuci dan lainnya 4.616 paket serta berbagai jenis bantuan lainnya.
       
''Kami menyalurkan sesuai dengan permintaan dari posko yang ada di lapangan yang dikordinir oleh masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah) Pemprov Banten. Selama 24 jam kami salurkan sesuai permintaan," ungkapnya.
       
Masih dikatakan Opar, posko utama logistik bantuan bencana telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke 29 posko pengungsian di lokasi bencana Tsunami di Pandeglang dan Serang.
       
"Sudah ada lebih dari 200 lembaga yang memberikan bantuan melalui posko ini. Semuanya kami catat secara terperinci dan disalurkan kepada  yang berhak menerimanya," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten ini.

Disinggung mengenai sampai kapan  beroperasinya posko utama logistik tersebut, Opar mengaku akan menunggu arahan dan perintah dari Gubernur Banten, Wahidin Halim ,  menginggat masa tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten mulai dari 27 Desember 2018 sampai 9 Januari 2019.

Rabu (9/1), masa tanggap darurat berakhir, nanti saya akan melaporkan ke Pak Gubernur, apakah posko utama ini tetap dibuka atau gimana. Itu terserah kebijakan gubernur. Bagi kami jajaran  pemprov  tetap melaksankan apapun yang ditugaskan oleh pimpinan,” ungkapnya. [dhn]


Komentar Pembaca
Kenangan Terakhir Bersama Memo

Kenangan Terakhir Bersama Memo

SABTU, 01 JUNI 2019 , 21:00:00

Selamat Jalan Bu Ani

Selamat Jalan Bu Ani

SABTU, 01 JUNI 2019 , 13:00:00

Soenarko Korban Rekayasa?

Soenarko Korban Rekayasa?

JUM'AT, 31 MEI 2019 , 13:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds