Sektor Perikanan Alami Kerusakan Berat, DKP Banten Surati Menteri Susi

Ekbis  RABU, 09 JANUARI 2019 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Sektor Perikanan Alami Kerusakan Berat, DKP Banten Surati Menteri Susi

Menteri Susi tinjau terdampak tsunami dari udara/Net

RMOLBanten. Tsunami yang menerjang pesisir laut wilayah Banten mengakibatkan rusaknya aset kelautan dan perikanan milik Pemprov Banten. Kerusakan aset kelautan pemprov ditaksir kerugian sebesar Rp 15 miliar.

Belum dengan peralatan milik nelayan yang rusak dan hilang jumlahnya juga mencapai puluhan  miliaran rupiah.

Pemprov Banten sendiri sudah berkirim surat kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada tanggal (4/1) lalu, agar memberikan perhatian serius kepada para nelayan, supaya sektor perikanan bangkit kembali.
 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten, Suyitno membenarkan aset yang dikelolanya mengalami kerusakan. Begitupun kapal dan perahu milik nelayan.
 
"Berdasarkan hasil pendataan yang baru saja kami lakukan, khusus aset DKP Banten mengalami rusak berat. Dan jika ditaksir kerugianya mencapai Rp 15 miliar" katanya, Rabu (9/1).
 
Suyitno menjelaskan, aset pemporv yang rusak  berat itu di Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Cigorondong. Semuanya kata Suyitno, sudah disampaikan kepada Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa hari lalu.

Tak hanya soal  BBIP saja yang disampaikan ke Susi Pudjiastuti, Pemporb Banten juga menyampaikan laporan kondisi para nelayan yang terdampak Tsunami Selat Sunda ditiga daerah.
"Khusus untuk nelayan dampak tsunami kemarin itu, bukan hanya di Kabupaten Serang,  dan Pandeglang, akan tetapi juga terjadi dipesisir Pantai Kota Cilegon seperti di Kecamatan Ciwandan dan Pulo Merak.
 
"Data detail sudah kami sampaikan juga di kementerian. Dan data yang kami temukan dilapangan ada dua  kecamatan di Kota Cilegon juga terdampak Tsunami Selat Sunda," ungkapnya.
  
Secara rinci lanjut Suyitno, untuk nelayan di Kabupaten Pandeglang ada tujuh orang meninggal dunia dan empat orang sampai saat ini belum ditemukan. Untuk nelayan di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon tidak ada hilang atau meninggal. Namun ratusan aset milik nelayan seperti kapal, perahu, mesin alat tangkap juga mengalami kerusakan.
 
"Kami juga melaporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),  kapal dan peralatan milik nelayan  mengalami kerusakan, bahkan hilang. Adanya kondisi dan dampak yang begitu besar, kami berharap KKP dapat membantu kami dalam rangka percepatan pemulihan kondisi perekonomian nelayan pasca tsunami di Banten," paparnya.
 
Senada diungkapkan Sekretaris DKP Banten, Gelar Suprijadi menyampaikan, ada 500 unit lebih peralatan nelayan yang mengalami kerusakan akibat Tsunami Selat Sunda seperti jkapal, perahu, alat tangkap dan mesin.
  
"Di Kabupaten Pandeglang, kapal lebih dari 5 GT ada 15 unit mengalami rusak ringan, satu unit rusak sedang, 118 unit rusak berat .  Untuk Perahu Jukung sampai dengan 5 GT  yang hilang  tiga unit, rusak ringan 93 unit,  rusak sedang 20 unit, dan rusak berat 430 unit., untuk alat tangkap ada 32 buah hilang, 154 rusak," ungkapnya,
 
Sementara di Kabupaten Serang, yang mengalami kerusakan  ringan adalah Perahu Jukung sampai dengan 5 GT sebanyak dua unit, rusak berat 18 unit, mesin yang hilang ada empat unit dan rusak ada tujuh unit. Alat tangkap hilang 64 buah, rusak  lima buah.

"Kalau untuk wilayah Cilegon  hanya Perahu Jukung saja rusak berat sebanyak 33 unit, lainya tidak ada masalah," imbuhnya. [dhn]


Komentar Pembaca
Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds