Ini Penyebab Dua Target Pajak 2019 Provisi Banten Turun

Daerah  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 17:45:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Ini Penyebab Dua Target Pajak 2019 Provisi Banten Turun

Epi Rustam/Rus

RMOLBanten. Pada tahun 2019 ini target dari lima jenis pajak di Provinsi Banten sebagai sumber terbesar pendapatan asli daerah (PAD), dua diantaranya mengalami penurunan target.

Sedangkan tiga jenis pajak lainya ditargetkan meningkat sampai 2,59 persen.
Data dihimpun dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, dari lima jenis pajak di tahun 2019, yang mengalami peningkatan target dari 2018. Pertama, pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 2,767 triliun atau naik 20 persen dari Rp 2,213 triliun.
    
Kedua, Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) target 2019 sebesar Rp 2,702 triliun dari 2018 Rp 2,167 triliun atau naik 20 persen. Ketiga, adalah Pajak Air Permukaan (AP) Rp 36,09 miliar dari sebelumnya Rp 34,9 miliar atau mengalami kenaikan 0,37 persen.
 
Sedangkan dua jenis pajak lain mengalami penurunan dari 2018 adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) hanya Rp 836 miliar dari sebelumnya Rp 859 miliar dan Pajak Rokok Rp 625 miliar dari Rp 667 miliar.
 
Sekretaris Bapenda Banten, Epi Rustam ditemui di ruang kerjanya, membenarkan adanya dua jenis target pajak sebagai PAD mengalami penurunan. Namun demikian, tiga jenis pajak lainnya mengalami kenaikan sangat drastis.
 
"Target pajak kita ditahun 2019 ini secara keseluruhan sebesar Rp 6,967 triliun. Ini lebih besar dari tahun 2018 yakni Rp 5,942 triliun. Tentunya penambahan PAD ini sangat menggembirakan," kata Epi di ruang kerjanya, Kamis (10/1).
 
Epi menjelaskan, untuk penurunan dua jenis pajak yang targetnya turun tersebut merupakan penerimaan langsung dari Kementerian Keuangan, PBBKB dan Pajak Rokok.

"Kami diberi tahu oleh pusat, untuk PBKB targetnya harus dibuat turun, karena harga minyak dunia dan kurs dolar mengalami penurunun, adapun Pajak Rokok ini memang besarannya dari tahun ke tahun selalu turun," ungkapnya.
 
Adapun tiga jenis pajak lainnya yang ditarget meningkat ditahun 2019 dari 2018 dikatakan Epi, yakni PKB, BBNKB dan AP diyakini dapat direalisasikan.

"Pengalaman tahun- tahun sebelumnya, termasuk tahun 2018 yang baru saja kami lalui, tiga jenis pajak itu selalu melebihi target, ditambah sekarang kita menaikan pajak kendaraan  dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen. Jadi kami sangat optimis target itu akan terlampaui," tambah Epi.
 
Langkah lainnya yang telah dibuat dalam meningkatkan pajak lainnya lanjut Epi selain meningkatkan samsat keliling, razia kendaraan, dan melibatkan pemuda dan mahasiswa untuk menjadi penggerak taat pajak kepada lingkungan sekitar.
 
"Desiminasi pajak di kampus-kampus dengan membangun pioner-pionir, bertujuan agar mahasiswa itu dapat turut serta menyampaikan pentingnya membayar pajak tepat waktu. Selain itu kita juga menambah kendaraan samling jenis minibus sebanyak 11 unit untuk menjangkau tempat-tempat ramai seperti pasar, dan ditahun 2019 ini gerai-gerai milik kita ukuran kecil akan  kita perluas lagi, agar wajib pajak aman dan nyaman saat membayar pajak," papar Epi.
 
Anggota Komisi III DPRD Banten, Harun Alrasyid Zain memberikan apresiasi terhadap capaian pajak 2018 yang dilakukan oleh pemprov. Pihaknya berharap kinerja positif dapat ditingkatkan kembali pada 2019 ini.
 
"Harus lebih baik lagi. Kalau dua jenis pajak, targetnya turun itu kita maklum. Kami sangat berharap kedepan  Bapenda dapat meniciptakan kreatifitas dalam peningkatan PAD-nya lagi," harapnya.[dhn]


Komentar Pembaca
Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds