Bawaslu Banten Curigai Laporan Dana Kampanye Yang Nol Rupiah

Politik  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 08:16:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Bawaslu Banten Curigai Laporan Dana Kampanye Yang Nol Rupiah

Foto/Net

RMOLBanten. Beberapa peserta Pemilu 2019 di Provinsi Banten memberikan nilai laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) Rp 0 atau nihil. Laporan nihil ini pun dicurigai Bawaslu.

Alasannya sederhana, sejak kampanye dimulai, sudah banyak alat peraga kampanye (APK) dan agenda pertemuan yang digelar.

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi, menjelaskan, pihaknya belum meyakini sejumlah peserta pemilu yang memberikan LPSDK dengan nilai Rp 0.

Kalau melihat aktivitas kampanye, baik pemasangan APK, penyebaran BK (bahan kampanye), tatap muka dan lain-lain dari peserta pemilu. Sebenarnya hampir tidak mungkin kalau dana kampanyenya nol rupiah. Masa kampanye sudah berjalan selama lebih dari tiga bulan sejak 23 September 2018,” katanya.

Didih menjelaskan, hanya ada dua kemungkinan sehingga peserta pemilu, baik parpol, tim kampanye pasangan calon presiden (capres), maupun calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) laporannya Rp 0.

Pertama, tidak ada aktivitas kampanye. Untuk kemungkinan pertama ini, Didih meyakini masyarakat bisa menilai sendiri di lapangan.

Kedua, ada kesalahan informasi atau pemahaman dalam pelaporan. "Ada kemungkinan aktivitas kampanye caleg tidak didaftarkan atau diisikan ke dalam daftar kampanye parpol,” tambah Didih.

Bawaslu dalam waktu dekat kata Ddih, akan meminta klarifikasi ke KPU Banten. Untuk tahap awal klarifikasi ditujukan untuk memastikan laporan yang diberikan benar-benar sudah sesuai dengan ketentuan.

"Untuk sementara akan minta klarifikasi dulu. Adakah kesalahan dalam pengisian formulir pelaporan,” ungkap lulusan Islamic University of Technologi Bangladesh ini.

Anggota KPU Banten Nurkhayat Santosa mengatakan, untuk LPSDK pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk menerima dan memverifikasinya.

Sedangkan untuk telaahan penerimaan dan pengeluaran nantinya akan diserahkan ke kantor akuntan publik untuk diaudit.

Laporan dana kampanye nantinya akan diaudit oleh auditor dari kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan LPSDK, ada lima parpol dengan sumbangan dana kampanye nihil. Kelimanya terdiri atas Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sementara untuk calon anggota DPD RI, sembilan peserta dengan sumbangan dana kampanye yang nihil. Mereka adalah Abdi Sumaithi, Asirioh, Cicih Sutianingsih, Herniati Sri Ana M, Hika Transisia AP, Muhamad Nawawi, Sutisna Sukandar, Taftazani dan Topari.

Sedangkan untuk  pemilihan presiden, LPSDK Rp nol diserahkan oleh capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. [dhn]


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds