Petilasan Mohenjo Daro

Opini  SABTU, 12 JANUARI 2019 , 12:23:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Petilasan Mohenjo Daro

Mohenjo Daro/Repro

MOHENJO Daro kembali terangkat ke permukaan kesadaran masyarakat dunia akibat film Mohenjo Daro yang ditulis dan disutradarai oleh Ashutosh Gowariker serta diproduksi oleh Siddharth Roy Kapur untuk UTV Motion Pictures dan Ashutosh Gowariker Productions pada tahun 2016 menampilkan Hrithik Roshan dan Pooja Hegde sebagai pasangan pemeran utama.

Lembah Sungai Sindu

Mohenjo Daro terdaftar sebagai situs Warisan Kebudayaan Dunia UNESCO kini hadir dalam bentuk puing-puing permukiman terluas dari Peradaban Lembah Sindu, yang terletak di Provinsi Sindu, Pakistan.

Dibangun pada sekitar tahun 2600 SM, Mohenjo Daro merupakan permukiman kota pertama di dunia, bersamaan dengan peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia dan Yunani Kuno.

Mohenjo Daro terletak di sebuah bubungan zaman Pleistosen di tengah-tengah dataran yang kerap dilanda banjir sungai Sindu. Bubungan tersebut kini dalam kondisi terkubur namun di masa lalu memungkinkan pendirian kota di tengah-tengah dataran di antara sungai Sindu di barat dan sungai yang hanya mengalir di musim hujan yaitu Ghaggar-Hakra di timur.

Peradaban Sungai

Pada puncak kejayaannya, Mohenjo Daro layak dinobatkan sebagai kota paling "modern" di Asia bahkan di dunia.   Peradaban Lembah Sindu yang hadir pada kurun waktu sekitar 3300-1700 sebelum Masehi terletak di kawasan yang  kini berada di teritorium Pakistan dan India.

Jangkauan peradaban India kuno ini bahkan tersebar sampai ke pantai Laut Arab di Gujarat di selatan, perbatasan Iran di barat, dengan kota perbatasan di Bactria. Pusat perkotaan terutama berada di Mohenjo Daro, Harapa dan Lothal.

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa pada masa puncaknya Peradaban Lembah Sindu mencapai jumlah lima juta penduduk dengan mayoritas suku Dravida. Sampai masa kini, lebih dari seribu kota dan permukiman telah ditemukan sebagai petilasan Peradaban Lembah Sindu.

Sejarah

Peradaban Lembah Sindu menggaris-bawahi fakta geohistoris bahwa kawasan sungai kerap berperan sebagai pusat pengembangan peradaban.

Mengingat pentingnya peran lembah sungai sebagai pusat peradaban seperti juga telah terbukti pada Peradaban Gangga, Peradaban Nil, Peradaban Mesopatamia maka seharusnya para ilmuwan sejarah dan arkeolog juga juga cermat dan seksama intensif meneliti Peradaban Bengawan Solo dan Peradaban Ciliwung di Jawa, Peradaban Musi di Sumatera serta Peradaban Kapuas dan Peradaban Mahakam di Kalimantan yang dapat diyakini pasti memiliki makna dan peran tersendiri di dalam lembaran sejarah Peradaban Nusantara mau pun Peradaban Umat Manusia. [***]

Penulis adalah pendiri Pusat Pembelajaran Kebudayaan

Komentar Pembaca
Elang Versus Naga Berebut Tahta Ruang Maya
Jaman Gelap

Jaman Gelap

RABU, 16 JANUARI 2019

Kelirumologi Fraksi

Kelirumologi Fraksi

SENIN, 14 JANUARI 2019

Candi Jago

Candi Jago

MINGGU, 13 JANUARI 2019

Cerita Panji Melanglang Buana

Cerita Panji Melanglang Buana

JUM'AT, 11 JANUARI 2019

Kabut Misteri Hipotesis Riemann

Kabut Misteri Hipotesis Riemann

KAMIS, 10 JANUARI 2019

Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds