Warning, Selama Bulan Januari 368 Orang Terjangkit DBD Di Banten

Kesehatan  SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 22:22:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

<i>Warning</i>, Selama Bulan Januari 368 Orang Terjangkit DBD Di Banten

Ilustrasi/Net

RMOLBanten. Selama Januari 2019, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Banten mencapai angka 368 orang. Jumlah tersebut naik lima kali lipat dibandingkan dengan tahun 2018 dibulan yang sama yang hanya 65 kasus saja.
 
Data yang dihimpun redaksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, sepanjang bulan  Januari 2019, terdapat kasus DBD di Banten sebanyak 368, dan merenggut korban jiwa 4 orang yang berasal dari Tangerang Selatan 2 orang, Lebak dan Kabupaten Tangerang masing-masing satu orang.
 
Plt Kepala Dinkes Banten, M Yusuf, membenarkan kasus DBD dibulan yang sama pada tahun 2018 ke 2019 mengalami peningkatan cukup signifikan. Ada dua faktor utama tingginya kasus DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegepti tersebut.

"Adanya perubahan cuaca dari panas ke hujan atau sebalikanya. Ini yang menyebabkan  vektor DBD berkembang biak cukup cepat, serta  kepedulian masyarakat yang kurang baik terhadap lingkungan," katanya, Selasa (5/2). 
 
Senada diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banten Wahyu Santosa. Menurut dia, nyamuk penyebab DBD, Aedes Aegypti berbeda dengan nyamuk-nyamuk lainnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta agar tetap memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya.
 
"Nyamuk DBD ini bersarang ditemlat penampingan yang airnya bersih. Disaat musim hujan seperti ini, kita harus melakukan pemeriksaan tempat-tempat yang  menjadi genangan air baik diluar rumah atau didalam rumah. Bersihkan tempat air secara rutin," ungkapnya.
 
Dengan melakukan pengecekan penampungan air, kecil kemungkinan penyebab DBD yang berasal dari vekktor Aedes Aegepti tidak akan ada.
 
"Melakukan pencegahan itu sangat baik, tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat tertular DBD dari lingkungan tempat kita bekerja. Misalnya, karena aktifitas kita tinggi, tempat kerjaan yang kurang bersih, bisa saja ada nyamuk DBD mengigit kita, dan tiba-tiba kita mengalami demam tinggi, maka kita harus segera memeriksaka  diri ke dokter. Khawatir kita terkena aedes aegepti bukan berasal dari tempat tinggal, melainkan dari luar," terangnya.
 
Disinggung kabupaten/kota mana saja yang rentan DBD, Wahyu mengaku secara keseluruhan daerah di Provinsi Banten memiliki potensi yang sama.

"Data sementara Tangsel  terbanyak yang meninggal dunia untuk tahun 2019 karena DBD. Padahal program pencegahan DBD sangat baik. Jadi semua kabupaten/kota, kami pikir memiliki potensi yang sama, jika tidak melakukan pencegahan dengan pengecekan dan membersihkan bak penampung air secara rutin," papar. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds