Bawaslu Banten Warning KPU Segera Tetapkan TPS Tambahan

Politik  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 21:31:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Bawaslu Banten <i>Warning</i> KPU Segera Tetapkan TPS Tambahan

Foto/Net

RMOLBanten. KPU Banten diminta segera menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) tambahan pada Pemilu 2019. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian pemilih yang tak bisa memilih di TPS asalnya.

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi, mengungkpkan, sampai saat ini KPU belum memberi penetapan terkait kepaastian untuk pemilih yang tak bisa memilih di TPS domisilinya. Akibatnya, KPU juga belum bisa memberikan kepastian tentang kemungkinan adanya penambahan TPS.

Meminta fasilitasi kejelasan pemilih yang tidak diakomodasi TPS-nya. Di rutan kemudian ada pemilih bandara bagaimana progresnya? Di Bandara Soekarno Hatta itu bukan sekadar penumpang tapi juga ada pegawai yang tidak bisa pulang, rata-rata 24 jam untuk operasionalnya,” katanya.

Didih menjelaskan, kepastian  TPS tambahan di daerah tertentu diperlukan. Pasalnya, Bawaslu dari awal sudah menyampaikan adanya beberapa konsekuensi dari pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) digabung.

Masalah pemilih, harus dipilah, harus ditetapkan sejak awal. Nanti pemilih mana saja yang berhak memilih pilpres tapi tidak memilih di pileg. Orang Medan, orang Padang kan enggak sehari dia pulang,” paparnya.

Selain di bandara dan rutan, kata Didih, ada sejumlah titik yang dipandang perlu didirikan TPS. Didih mencontohkan seperti di pondok pesantren dan kawasan industri. Lokasi-lokasi itu sangat berpotensi adanya pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tak bisa pulang ke kampung halaman.

17 April, semua harus libur. Cuma masalahnya mereka enggak pulang karena liburnya hari Rabu. Kalau saya  berpikir, terdaftar di Medan libur cuma satu hari, saya enggak balik, saya ingin memilih di sini saja. Kalau alasannya bukan warga sini tidak bisa ikut Pileg boleh, tapi kalau Pilpres dapil (daerah pemilihan)-nya nasional, dia mempunyai hak pilih,” terang Didih.

Pihaknya menilai, soal adanya penambahan TPS di lokasi rawan pemilih tidak terlalu sulit. KPU bisa bercermin dari pelaksanaan Pemilu 2014 di mana saat itu ada 15 yang berlokasi di Bandara Soekarno Hatta dan rutan yang tersebar di enam kabupaten/kota di Banten.

Tinggal konsultasi dengan pengelola bandara. Mereka sudah dari pemilu ke pemilu biasa, shift-nya sudah jelas,” tuturnya.  

Bawaslu mengimbau, kepada pemilih yang ingin pindah memilih untuk segera mengurus administrasinya. Sebab, pengurusan pindah hak pilih dibatasi oleh waktu dan ketersediaan surat suara. Ketika kepindahan pemilih sudah rampung maka yang bersangkutan nantinya akan dimasuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

Kalau dari peraturan KPU nomor 11 (tahun 2018) itu paling lambat H-30 harus sudah selesai karena sudah ada pemetaan. Kalau di juknis (petunjuk teknis) yang baru H-60, artinya 17 Februari ini harus sudah ada ketetapan,” ujarnya.

Anggota KPU Banten Agus Sutisna mengatakan, saat ini KPU sedang menyusun DPTb dan daftar pemilih khusus (DPK). "DPTb itu ruang regulasi bagi pemilih di DPT lalu ingin pindah memilih, kemudian pemilih DPK adalah warga negara yang memenuhi ketentuan undang-undang tapi belum masuk di DPT. Harus kita data karena semangat KPU adalah melindungi hak pilih. " katanya.
 
Menurutnya, kemungkinan bertambahnya TPS, DPTb dan DPK di Banten memang diatur oleh konstitusi paling lambat 60 hari jelang pemilihan. Sampai saat ini, KPU masih menghitung kira-kira berapa penambahan pemilih dan berapa kira-kira TPS yang akan dibuat.

Soal penambahan TPS di pesantren atau lingkungan industri, itu dibuat karena hampir sebagian besar ada pemilih di sana yang tidak pulang saat 17 April. Meski saat itu libur nasional, mereka bisa saja tidak pulang ke kampung halaman.

"Mereka bisa memilih di situ, TPS berbasis DPTb. Di pesatren kan di-boarding ribuan, tanggal 17 April libur belajar tapi kadang tak dipulangkan. Kita fasilitasi di DPTb, TPS-nya disiapkan, nanti kita rekapitulasi," pungkas mantan Ketua KPU Kabupaten Lebak ini.

Dietahui, KPU Banten telah menetapkan DPT hasil perbaikan tahap 2 (DPTHP 2) penyempuraan yang berjumlah 8.112.477 jiwa. Itu terdiri atas pemilih laki-laki sebanyak 4.100.146 jiwa dan perempuan 4.012.331 jiwa. Mereka tersebar di 155 kecamatan, 1.551 desa/kelurahan dan 33.420 TPS. [dhn]


Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

Pelukan Sahabat Timor Leste

Pelukan Sahabat Timor Leste

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 , 09:10:00

Sambut Prabowo

Sambut Prabowo

RABU, 27 FEBRUARI 2019 , 10:31:00

The ads will close in 10 Seconds