Irna: Balawista Banten Bisa Jadi Contoh Nasional

Kabupaten Pandeglang  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 10:00:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Irna: Balawista Banten Bisa Jadi Contoh Nasional

Irna Narulita/Dok

RMOLBanten. Badan penyelamat wisata tirta (Balawista) yang ada di Banten diharap menjadi perkumpulan pemandu keselamatan wisata dapat diadopsi atau contoh secara nasional. Karena satu-satunya yang memiliki administrasi hukum umum di Indonesia.

Demikian disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati saat berdialog dengan puluhan Balawiata sebelum acara Pelatihan Balawista pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat di Pantai Pasir Putih, Pandeglang, Selasa (12/2).

"Terima kasih sebelumnya kepada anak-anakku yang mau mengabdikan diri sebagai garda terdepan pemandu penyelamat wisata dengan memberikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Banten. Dan mudah-mudahan Balawista yang cikal bakalnya dari Pandeglang dapat menjadi Balawista Nasional," kata Irna.

Irna menjelaskan, keberadaan Balawista sudah diakui dalam menjalankan tugasnya. Terbukti pada saat terjadi bencana Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember tahun 2018 lalu.

"Saat bencana, mudah-mudahan menjadi pengalaman berharga bagi kita semua. Dan kita tetap terus melakukan tugas kita sebagai pemandu penyelamat wisata, terus melakukan  pengabdian," harapnya.

Menurut Irna, pengabdian orientasinya bukan kepada materi. Pemandu penyelamat wisata sangat dibutuhkan, dan kepada pemilik hotel dan home stay yang ada tetap bersinergi dengan Balawista.

"Dengan pengabdian seperti ini insyAllah akan dapat pahala, karena sebagai pemandu penyelamat tidak akan memperoleh kekayaan. Saya bangga dengan keikhlasan yang dimiliki oleh personel Balawista," akunya.

Irna juga mengharapkan Balawista yang ada saat ini dapat menularkan dan menciptkan Balawista lainnya.

"Terus menjadi terdepan dalam memberikan kenyamanan dan pengamanan wisata pantai, ciptakan penerus generasi Balawsiata yang handal dan mumpini," imbuhnya.

Ketua Balawista Banten, Ade Ervin mengaku untuk menjadi seorang pemandu keselamatan wisata handal tidak mudah. Selain harus didukung dengan pengabdian tulus, juga dari pemerintah.

"Beberapa waktu lalu kami, melakukan pendaftaran Balawista di Kabupaten Pandeglang. Yang mendaftar banyak, ada 112 orang, tapi karena harus dilakukan seleksi, kita juga hanya dibatasi untuk yang lolos. Pemerintah pusat (Kementerian Pariwiasata), dari 112 yang daftar hanya 50 orang saja yang diterima," imbuhnya. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds