Di Tahun Politik, Pemprov Banten Kuncurkan Dana Desa Rp 61,9 Miliar

Daerah  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 19:26:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Di Tahun Politik, Pemprov Banten Kuncurkan Dana Desa Rp 61,9 Miliar

Sosialisasi pencairan dana desa/RUS

RMOLBanten. Pemprov Banten telah menuntaskan sosialisasi penyaluran bantuan keuangan desa tahun 2019 kepada seluruh desa di Banten yang berjumlah 1.238 desa tersebar di kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Tangerang.

Bersamaan dengan tahun politik, pemprov tahun ini total mengucurkan anggaran sebanyak Rp 61,9 miliar.

Jumlah tersebut naik dari anggaran bantuan keuangan desa sebelumnya yakni pada tahun 2017, sebesar  Rp 37,14 miliar atau naik hampir 50 persen.

"Setelah sempat berhenti pada tahun 2018, Alhamdulillah tahun ini pemprov menyalurkan kembali dana desa yang nilainya naik menjadi Rp 50 juta per desa atau naik dari sebelumnya pada tahun 2017 yang hanya Rp 30 juta per desa," kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai sosialisasi bantuan keuangan desa kepada para kepala desa dan pendamping desa se-Kabupaten Tangerang, di Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (12/2).

Seperti pada kegiatan sosialisasi di tiga kabupaten sebelumnya yakni Serang, Pandeglang dan Lebak, pada kegiatan serupa di Kabupaten Tangerang, ini juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti dan mewakili Pemkab Tangerang, hadir Wakil Bupati Tangerang Mad Romli.  

Dalam sambutannya, Andika mengatakan, melalui bantuan keuangan desa, Pemerintah Desa se-Provinsi Banten diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana pengelolaan potensi ekonomi desa, dan kawasan perdesaan dapat menyerap sebanyak-banyaknya angkatan kerja. mampu memperbaiki pemerataan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Perhatian khusus terhadap usaha mikro di Desa haruslah dikedepankan yang memang nyata perlu dukungan dalam hal penguatan teknologi yang ramah lingkungan, pemasaran, permodalan dan akses pasar,” paparnya.

Dilanjutkan Andika, terdapat stereotip negatif terhadap desa dimana hal tersebut berdampak sistemik terhadap kondisi sosial kehidupan masyarakat desa. Hal itu menyebabkan urbanisasi kian marak, yaitu masyarakat desa berbondong-bondong jadi TKI ke luar negeri dan pemuda-pemudi desa lebih terpikat menjadi buruh pabrik ketimbang menggarap sawah dan memajukan desanya.

"Dengan dana desa kita berdayakan desa untuk melawan stereotip negatif tersebut.” Imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Banten Enong Suhaeti mengatakan, dengan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Tangerang tersebut, sosialisasi bantuan keuangan desa Pemprov Banten tahun 2019 telah tuntas dilakukan.

Selanjutnya dengan pendampingan dari pendamping desa akan melaksanakan program pembangunan desa dengan bantuan dana desa dari pemprov ini,” katanya.

Untuk di Kabupaten Tangerang sendiri, kata Enong, bantuan keuangan desa dibeikan kepada 246 Desa di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah bantuan sebesar Rp 50 juta per desa maka total bantuan untuk 246 desa se-Kabupaten Tangerang mencapai Rp 12,3 miliar. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds