Walikota Serang: Relokasi PKL Tetap Di Kepandean

Kota Serang  RABU, 13 FEBRUARI 2019 , 00:15:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Walikota Serang: Relokasi PKL Tetap Di Kepandean

Subadri Usuludin/RMOLBanten

RMOLBanten. Meskipun masih banyak permasalahan dan penolakan dari para pedagang kaki lima (PKL), Pemkot Serang tetap pada pendiriannya merelokasi para PKL ke Kepandean.

Hal itu diungkapkan Walikota Serang Safrudin yang mengatakan para PKL eks stadion tetap akan direlokasi ke Kepandean. Sementara kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri  akan diperuntukan untuk tempat berolahraga.

"Jadi PKL tidak ada yang beraktivitas lagi di stadion. Adapun relokasi yang sedang disiapkan di  Kepandean, para PKL harus mensyukuri, dan harus mencoba terlebih dahulu," ujarnya, Selasa (12/2).

Dikatakan Syafrudin, jika memang kondisi kepandean sepi, maka pemerintah akan memecahkan kembali persoalan ini. Saat ini dikatakan Safrudin para PKL belum mencoba berjualan di kepandean.

"PKL itu kan belum mencoba dagang di Kepandean, tapi sudah berbicara sepi," katanya.

Safrudin mengakui memang PKL dulu pernah berjualan di Kepandean tetapi sepi. Namun ia mengatakan itu dulu, berbeda situasi masyarakatnya dengan sekarang.

Maka untuk menyiasati itu, dikatakan Safrudin, apabila sudah ada pedagang di Kepandean akan membuat kegiatan, seperti pameran atau yang lainnya. Yang terpenting sudah ada pegadangnya dulu.

"PKL harus nurut, harus ngertilah ini bukan keinginan kita, temuan BPK. Kemudian kasihan juga sama masyarakat. Saya kira ditempati oleh PKL sekarang itu di Kepandean lebih bagus dari pada menempati Stadion," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin menambahkan, semua masyarakat agar mendukung program pemerintah.

Kata dia, ini juga keinginan masyarakat banyak dan masyarakat sudah mengapresiasi, karena bisa berolahraga dengan nyaman.

"Itu bukan kesalahan kami, Kepandean juga ditengah kota sama. Sekarang kalau kita ngikutin PKL bisa-bisa di tengah jalan juga dibuat gang. Kalau semerawut lagi, kita nanti dicaci maki masyarakat," pungkasnya. [dhn]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds