Serapan Minim, Dinkes Banten Jadi Sorotan WH

Kesehatan  SENIN, 04 MARET 2019 , 21:29:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Serapan Minim, Dinkes Banten Jadi Sorotan WH

Foto/Net

RMOLBanten. Dinas Kesehatan Provinsi Banten menjadi sorotan gubernur Wahidin Halim (WH), lantaran mengalami deviasi tertinggi. Selama dua bulan (Januari-Februari), progres realisasi keuangan Pemprov Banten dari APBD sebesar Rp 11 triliun lebih baru tercapai 6, 33 persen saja.

Informasi yang dihimpun redaksi, capaian realisasi pengeluaran uang per 28 Februari sebesar Rp 769.811.106.850 atau 6,33 persen dari pagu Rp 12.154.531.396.800.  Sementara untuk capaian fisik kegiatan berdasarkan laporan OPD ke Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) per 25 Februari sebesar 10,29 persen dari rencana 12,60 persen. Terdapat deviasi -2,31 persen.

Kemudian capaian pendapatan daerah, cut off data sampai 28 Februari tercapai sebesar Rp 1.415.249.025.925 atau 1,96 persen anggaran pendapatan daerah Rp 11.831.983.759.800.

Realisasi pendapatan daerah terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 929.335.513.925 atau 12,65 persen dari pagu Rp 7.344.821.272.800.  Capaian dana perimbangan, sebesar Rp 484.863.512.000 atau 10,82 persen dari pagu Rp 4.481.092.487.000. Capaian lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 19.590.507.758, atau 6,46 persen dari pagu sebesar Rp 6.070.000.000.

Kemudian, progres usulan pengadaan barang dan jasa melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah dimasukan 126 paket senilai Rp 677.759 866.598. Itu terdiri atas konstruksi sebanyak 35 paket atau sebesar Rp 455 .068.485.800. Jasa konsultansi sebanyak 52 atau sebesar Rp 140.870.636.750.  Pengadaan barang sebanyak paket 12 atau sebesar Rp 50.392.211.894.

Lalu jasa lainnya sebanyak 27 paket atau sebesar Rp 31.428.532.154. Dari total paket yang masuk ULP tersebut telah diselesaikan sebanyak 8 paket lelang atau sebesar Rp 13.861.555.500. Sedangkan hasil pemantauan pekerjaan fisik di lapangan pada awal tahun anggaran ini masíh belum dimulai. Pasalnya, proses lelang khusus pekerjaan-pekerjaan konstruksi sedang berlangsung.

Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita usai memimpin rapat pimpinan di Aula Bappeda  Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, mengakui, ada sejumlah OPD yang saat dilakukan evaluasi memiliki prosentase serapan anggaran yang rendah. OPD tersebut memiliki prosentase deviasi target realisasi yang cukup tinggi.

"Ada beberapa OPD yang anggarannya lambat keterserapannya. Memang ada OPD yang persentase deviasinya masih tinggi,”katanya, Senin  (4/3).

Ino menjelaskan, berdasarkan catatannya ada sekitar delapan hingga sembilan OPD yang perlu didorong untuk realisasi anggarannya.

"Ada OPD yang memang deviasinya yang masih tinggi. Harusnya deviasi itu nol persen tapi ini masih ada yang 17 persen, 8 persen, tapi banyak juga yang nol persen. Deviasi yang tertinggi itu Dinkes, 17 persen,” katanya.

Dalam rapat pimpinan, kata Ino, ada beberapa strategi agar serapan anggaran bisa optimal. Meski tak mengungkapkan secara spesifik namun strategi itu berkaitan untuk mendorong agar program di OPD bisa segera terlaksana. Progresnya akan dievaluasi secara berkala.

"Harus segera didorong, masalahnya apa, solusinya apa. Termasuk juga di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) terkait masalah keterlambatan program untuk mengukuhkan personel. Ini dalam rangka mendorong agar tidak terjadi akibat personelnya lambat nanti penunjukan kuasa pengguna kuasa anggaran juga jadi lambat,” ungkapnya.

Kepala Biro Adpem Provinsi Banten Mahdani mengatakan, pihaknya senantiasa mendorong dan mengawal proses lelang bisa berjalan dengan lancar. Dia optimistis semua akan berjalan sesuai dengan rencana.

"Sejak awal untuk HPS (harga perkiraan sendiri) kami sudah  dibantu tim satgas BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ungkap Mahdani. [dhn]
 

Komentar Pembaca
Ceramah Ustaz Adi Hidayat

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

Promosi Doktor Mudir MBS Ki Bagus Hadikusumo

Promosi Doktor Mudir MBS Ki Bagus Hadikusumo

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 16:20:00

Pelukan Sahabat Timor Leste

Pelukan Sahabat Timor Leste

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 , 09:10:00

The ads will close in 10 Seconds