Jurus Silat Kaserangan Mulai Digandrungi Warga

Pariwisata & Budaya  SABTU, 16 MARET 2019 , 18:47:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Jurus Silat Kaserangan Mulai Digandrungi Warga

Ratu Tatu Chasanah memperagakan jurus Kaserangan/Dok

RMOLBanten. Pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) Republik Indonesia antusis belajar Jurus Silat Kaserangan yang digagas langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Jurus silat yang mulai digandrungi ini ditampilkan dalam Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) yang digelar Kemdikbud bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di lingkungan Pendopo Bupati Serang, kemarin.

Turut memperagakan Jurus Silat Kaserangan dari pejabat Kemdikbud yakni Sekretaris Jenderal Didik Suhardi, Inspektur Jenderal Muchlis Rantoni Luddin, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar.

Turut mendampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya dan jajaran, serta ratus pelajar SD dan SMP di Kabupaten Serang.

Bupati Serang dan para pejabat Kemendikbud secara kompak mengikuti gerakan Silat Kaserangan yang dipandu langsung para pelajar di atas panggung. Mereka semua mengenakan baju silat berwarna hitam.

Bukan hanya itu, Didik juga melihat langsung debus asli Kabupaten Serang serta diberi Golok Ciomas yang telah bersertifikat.

"Gebyar pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Serang sangat luas biasa, menampikan kebudayaan dan juga pencapaian prestasi pendidikan di Kabupaten Serang dan Indonesia pada umumnya,” kata Didik dalam keterangannya kepada Redaksi , Sabtu (16/3).

Kepala Dindikud Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya mengungkapkan, Jurus Silat Kaserangan diciptakan oleh 13 sesepuh pendekar dari 12 aliran silat yang berada di Kabupaten Serang.

Jurus ini merupakan gabungan dari 12 aliran silat di Kabupaten Serang. Silat Kaserangan merupakan gabungan dari seni silat, tari, dan debus. Seni bela diri ini terlihat penuh nuansa seni dan jiwa ketegasan jawara dengan iringan gendang silat.

Asep menambahkan, Silat Kaserangan telah secara resmi diajarkan di SD dan SMP sebagai bagian dari pelajaran muatan lokal. Kebijakan yang diterapkan oleh Bupati Serang ini bertujuan untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda, sehingga mereka bisa ikut melestarikan budaya bangsa.

Selain itu, rutin dilombakan dalam ajang Anyer Krakatau Culture Festival,” ujarnya.

Ribuan orang yang hadir di Gebyar Dikbud 2019 juga terhibur dengan beragam mata acara yang dihadirkan dalam Pameran Pendidikan dan Kebudayaan. [dhn]


Komentar Pembaca
Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds