TBC Di Banten Tinggi, WH Terbitkan Instruksi Eliminasi TBC

Kesehatan  SELASA, 19 MARET 2019 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

TBC Di Banten Tinggi, WH Terbitkan Instruksi Eliminasi TBC

Wahidin Halim

RMOLBanten. Dalam rangka upaya membebaskan dari tuberkulosis yang disebabkan, Gubernur Banten Wahidin Halim menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC melalui temukan, obati sampai sembuh bersama.

Gerakan tersebut merupakan komitmen Pemprov Banten terhadap peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis yang saat ini masih menjadi perhatian pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M Yusuf didampingi Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Wahyu Santoso saat membuka kegiatan Penguatan Koordinasi Banten TOSS TBC di Aula Dinkes Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang pada Selasa (19/3).

Yusuf menjelaskan, penyakit TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Saat ini indonesia menduduki peringkat ke- 3 dengan kasus terbanyak di dunia setelah India dan China.

Di Provinsi Banten, kata Yusuf, berdasarkan data yang terlaporkan melalui website SITT (sistem informasi tuberkulosis terpadu) dan penyisiran kasus di rumah sakit berjumlah 38.127 kasus atau sekitar 98 persen dari target penemuan, dengan angka keberhasilan pengobatan (sr) kasus TBC tahun 2017 sebesar 90 persen.

Terkait hal itu, sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten terhadap peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis, Gubernur Banten pada 13 Mei 2018 lalu telah mencanangkan Gerakan Banten Eliminasi Tuberkulosis melalui temukan obati sampai sembuh bersama.

Gerakan ini meliputi pencarian terduga penderita TBC secara pasif, aktif, intensif dan masif oleh seluruh OPD dan komponen masyarakat Banten, diperiksa laboratorium dan klinis, diobati dan dipantau sampai sembuh. Disusul dengan terbitnya instruksi gubernur (Ingub) tentang gerakan Banten eliminasi TBC,”terang Yusuf

Dinas Kesehatan, lanjutnya, telah berperan aktif dalam penanggulangan penyakit ini baik dari upaya promotif, preventif bahkan kuratif atau pengobatan. Namun agar lebih optimal, diperlukan kerjasama semua pihak agar masyarakat tidak tertular TBC dan penderita TBC bisa mendapat pengobatan yang bermutu sampai sembuh.

Salah satu yang cukup penting adalah keterlibatan semua stakeholder untuk dapat berperan aktif dalam pengendalian TBC sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Dan diharapkan dengan pertemuan koordinasi ini kita dapat meningkatkan komitmen kita dan bersama-sama melakukan akselerasi eliminasi tuberkulosis di Provinsi Banten,”ujarnya

Kabid P2P pada Dinkes Banten Wahyu Santoso menambahkan, dengan memperhatikan arahan Plt Kepala Dinkes Provinsi Banten, masukan para peserta, serta diskusi, maka disepakati beberapa hal, diantaranya, melaksanakan instruksi Gubernur Banten tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing.

"Selain itu mengalokasikan anggaran yang responsif terhadap upaya pengendalian TBC di Provinsi Banten. Mempererat kerjasama antar stakeholder dalam upaya mengatasi permasalahan TBC. Organisasi profesi di wilayah Provinsi Banten ikut aktif berperan serta dalam mendukung elimminasi TBC diantaranya melalui tatalaksana TBC sesuai standar dan aktivasi PPM," ungkapnya.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengkoordinasikan setiap organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayahnya untuk mendukung kegiatan eliminasi TBC di kabupaten/kota masing-masing.

"Dinas Kesehatan Provinsi membuat format pelaporan implementasi Instruksi Gubernur Banten tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC, Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota bertanggungjawab dalam pelaporan kegiatan pengendalian TBC oleh stakeholder di wilayahnya," paparnya.

Dan program lainya lanjut Wahyu, melakukan evaluasi implementasi Instruksi Gubernur Banten setiap tahunnya selama 3 tahun ke depan.

"Setiap sektor atau lembaga mengambil peran dalam mewujudkan Banten Eliminasi TBC pada tahun 2025," tandasnya. [dhn] 

Komentar Pembaca
Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds