Guru Besar UIN: Perda Kebudayaan Banten Harusnya Sudah Lama Dibahas

Pariwisata & Budaya  SELASA, 19 MARET 2019 , 21:53:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Guru Besar UIN: Perda Kebudayaan Banten Harusnya Sudah Lama Dibahas

RDP bahas raperda kebudayaan/RUS

RMOLBanten. Masyarakat mendukung percepatan lahirnya peraturan daerah (Perda) tentang kebudayaan daerah. Regulasi tersebut nantinya dapat melindungi kebudayaan daerah sebagai salah satu identitas masyarakat Banten.

Demikian terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait raperda kebudayaan daerah di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (19/3).
 
Hadir dalam kesempapatn tersebut, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan, Guru Besar UIN SMH Banten, Prof. Tihami, Ketua Kenadziran Banten, Tb Abbas Waseh, tokoh Banten, Khatib Mansur, perwakian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinsikbud) Banten, dan beberapa unsur budayawan.
  
Guru Besar UIN SMH Banten, Prof Tihami usai acara RDP menilai, Raperda seharusnya dimulai sejak lama, karena kebudayaan di Banten sangat perlu dukungan regulasi.

"Kalau bagi saya memaknani pengelolaan kebudayaan itu sama saja seperti merawat kebudayaan. Maka saya rasa perlu adanya regulasi atau aturan yang mengatur tentang kebudayaan,” katanya.

Dalam RDP tersebut, dirinya meminta kepada Komisi V DPRD Banten untuk merevisi beberap pasal, khususnya terkait konsep kultur budaya. Ia menilai, di Banten terdapat masyarakat lintas budaya.

"Ini yang harus diakomodasi. Karena di Banten bukan cuma budaya kebantenannya saja, tapi ada masyarakat yang beraasal dari luar. Contoh orang Banten asal minang, maka budayanya juga minang, ada orang Bugis budayanya juga budaya bugis. Saya mau itu ada dalam perda, tadi sudah saya kasih masukan di dalam rapat,” jelasnya.

Tihami menegaskan, jika regulasi tentang kebudayaan daerah harus berimplikasi pada perawatan kebudayaan.

"Karena ini sebagi identitas yang bisa memdeakan antara satu wilayah dengan wilayah laiinya. Dan itu namanya kebudayaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kenadziran Banten, Tb Abbas Waseh mengatakan, pihaknya berharap baik pemerintah, DPRD dan stakeholder dapat mendukung lahirnya perda tersebut. Ia menilai, inti dari pembuatan perda itu merupakan kearifan lokal.

"Kita berharap baik budaya maupun adat-istiadat yang ada di Banten bisa hidup dan berkembang. Dan budaya ini juga bisa menjadi simbol atau ikon bagi masyarakat Banten,” kata Abbas.

Ia menjelaskan, Banten lahir dari sebuah budaya. Hanya saja, selama ini, kebudayaan belum mempunyai kekuatan hukum dan legalitas.

"Ini yang belum ada. Contohnya ketika ada kegiatan festival budaya keraton, ada kerajaan kesultanan yang dibiayai pemerintah, karena di daerahnya sudha memiliki payung hukum. Sementara, di Banten, kita sudah komunikasikan baik dengan Pemkot Serang dan pemprov Banten, dan jawaban mereka nggak berani karena belum ada payung hukum,” jelasnya.

Karena itu, dirinya berharap, dengan adanya regulasi tersebut dapat mengakomodir, melindungi kebudayaan yang ada di Banten.

"Terutama bagi pegiat budaya bisa berkarya dan menjadi bagian dari ikon kebanggaan masyarakat Banten,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan menjelaskan, kegiatan RDP tersebut merupakan bagian dari upaya komisi mencari masukan-masukan dalam pembahasan raperda tentang kebudayaan daerah.

"Kita bahas secara partisipasif. Karena kta menitikberatkan pada bagaimana pelestarian dan pemanfaatan kebudayaan di Banten agar bisa jadi aset pembanguan terutama dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM),” jelasnya. [dhn]


Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 20:14:00

Antusias Pencoblosan Di Manila

Antusias Pencoblosan Di Manila

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 19:18:00

The ads will close in 10 Seconds