Tim Hotman Paris Turun Ke Banten Bongkar Sengkarut Honorer K1

Daerah  SELASA, 19 MARET 2019 , 22:12:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Tim Hotman Paris Turun Ke Banten Bongkar Sengkarut Honorer K1

Demo honorer/Net

RMOLBanten. Tim advokasi Hotman Paris Hutapea akan melakukan pelacakan data lanjutan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Langkah tersebut sebagai tindaklanjut pelaporan dari sisa Honorer Kategori Satu (K1) Pemprov Banten.

Pengurus Forum Honorer K1 Pemprov Banten Usup Supriyadi, mengungkapkan, tim Hotman Paris sebenarnya sudah turun sejak minggu kemarin untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan forum. Tim dari kantor pengacara Hotman menurunkan lima orang.

Rencanannya, kata Usup, tim minggu ini akan kembali turun langsung ke BKD.

"Minggu kemarin baru ke para honorer, bawa berkas-berkas untuk pembanding yang 300 (honorer K1 yang diangkat di 2014) dan yang kita sisanya. Minggu ini rencana turun untuk ke tataran pemerintahan, pemprov dan pusat,” katanya.

Usup menjelaskan, adapun agenda tim advokasi nantinya untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintah. Dilanjut mencari fakta terkait kecocokan data yang diberikan Forum Honorr K1 dengan data yang dimiliki pemerintah baik Pemprov Banten maupun Pusat.

Usup berkeyakinan ada dugaan diskriminasi dalam proses pengangkatan honorer K1 di lingkup Pemprov Banten. Sebab, berkas yang diajukan baik untuk mereka yang diangkat pada 2014 maupun honorer K1 yang tak terakomodasi sebanyak 367 orang tidak ada yang berbeda.

"Enggak ada yang istimewa setelah dilihiat data yang kita berikan. Tetapi belum tahu jika di koordinasikan dengan pihak pemerintah, mungkin saja ada yang (data) tambahan sehingga mereka yang 300 orang bisa (diangkat jadi) ASN,” terang dia.

Jika dugaannya sama dengan apa yang ditemukan Tim Advokasi Hotam Paris, maka hal tersebut tentunya akan dijadikan dasar gugatan ke jalur hukum.

"Ya betul, ini sudah jadi fokus utama dan keharusan. Mereka (Tim Hotman) sudah tahu bukti dan dasar  pengangkatan. Tetapi biar lebih afdol mereka akan berkoordinasi dulu dengan pihak Pemprov Banten,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Usup, meski jalur hukum menjadi pilihannya namun pihaknya tetap menunggu itikad baik dari pemerintah. Mereka masih mengharapkan pemerintah merealisaiskan tuntutan mereka untuk persamaan status dengan yang terlebih dahulu diangkat menjadi ASN.

"Karena tujuan kita semata-mata adalah mencari keadilan. Tetapi jika tidak ada niatan baik, atuh enggak ada jalan lain dong, kita teruskan proses hukum. Biar keadilan kita dapat rasakan di bumi Indonesia ini, terutama di Banten ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Hotman Paris melalui akun media sosial Instagramnya di @hotmanparisofficial meminta agar Menpan-RB memperhatikan nasib sisa honorer K1 pemprov . Pernyataan disampai melalui sebuah video yang diunggah pada Sabtu (23/2).

"Pagi ini datang grup rombongan pegawai honorer K1 Pemprov Banten yang menduga ada diskriminasi yaitu 300 diangkat jadi pegawai tetap (PNS), 350 masih terlantar nasibnya tidak ada kejelasan. Jadi kepada bapak Menpan-RB ada 350 pegawai honorer K1 Pemprov Banten. Tolong diperhatikan nasibnya," tuturnya.

Hotman menegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam proses pengangkatan PNS.

"Karena memang tidak boleh ada diskriminasi, kalau benar ada diskrimninasi. Perwakilan pegawai honorer Pemprov Banten datang Kopi Johny, mau perjuangkan nasib. Mohon diangkat jadi pegawai tetap," ketusnya.
Diketahui, sisa honorer K1 pemprov yang berjumlah 350 orang menggandeng Hotman Paris untuk menggugat Pemprov Banten dan pemerintah pusat. Upaya hukum dilakukan lantaran hingga saat ini mereka tak juga mendapat kejelasan nasib tentang pengangkatan sebagai calon aparatur sipil negera (ASN).

Padahal, pada 2014 Pemprov Banten mengusulkan pengangkatan honorer K1 ke pemerintah pusat. Dari total 781, sebanyak 107 diantaranya menjadi ASN melalui tes dan hanya sekitar 300 orang yang diangkat tanpa tes.[dhn]

Komentar Pembaca
Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds