Kanker Payudara Penyakit Mematikan Nomor Satu Di Indonesia

Kesehatan  RABU, 20 MARET 2019 , 21:01:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Kanker Payudara Penyakit Mematikan Nomor Satu Di Indonesia

Ade Rossi dan Linda Gumelar/RUS

RMOLBanten. Kanker payudara masih menjadi penyakit mematikan nomor satu bagi perempuan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan sendiri mencatat, per 31 januari 2019, angka perempuan yang mengidap kanker payudara mencapai 42,1 persen per 100 ribu penduduk, dengan angka rata-rata kematian 17 orang per 100 ribu penduduk.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Agum Gumelar  ditemui usai menghadiri acara sosialisasi deteksi dini kanker payudara di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, mengatakan pihaknya terus berupaya menekan angka pengidap kanker payudara.

Salah satunya bekerjasama dengan organisasi Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BOKW) Banten untuk  melakukan sosialisasi deteksi dini kanker payudara.

Hari ini kita turun untuk melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Untuk di Banten kita juga menggandeng BKOW Banten, dengan harapan sosialisasi tersbeut bisa ditularkan kepada organisasi-organisasi wanita yang berada di dalam naungan BKOW Banten,” katanya, Rabu (20/3).

Pihaknya juga berharap BKOW dapat menjadi corong dalam mensosialisasikan deteksi dini kanker payudara.

Yang paling gampang itu kan sadari, periksa diri sendiri. Karena kalau kanker pada stadium awal itu masih bisa disembuhkan, dan saya juga pernah kena,” jelasnya.

Linda menyebut jika kanker payudara masih menjadi penyebab utama kematian perempuan selain kanker serviks. Kanker yang disebabkan hormon estrogen rata-rata menyerang perempuan pada usia 40 tahun ke atas.
Meski begitu, dirinya tidak menampik jika saat ini juga perempuan pada usia 15-35 tahun juga rentan terkena kanker payudara.

Kalau di Indonesia, kanker payudara urutan pertama setelah serviks. Setidaknya ada 70 persen kasus dengan stadium lanjut dan kemungkinan sembuh sulit. Tapi untuk yang staidum awal itu 90 persen bisa disembuhkan,” ujarnya.

Salah satu penyebab utama kanker payudara itu gaya hidup yang dipicu hormon estrogen, sedangkan untuk faktor genetik lebih kecil atau 10 persen kasus. Tapi lebih banyak gaya hidup. Maka dari itu kami mengajak perempuan di Banten untuk selalu melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri,” sambungnya.

Ketua BKOW Banten, Ade Rossi Khoerunnisa mengatakan, dari data yang di dapat BKOW terdapat 325 warga di Banten yang mengidap kanker payudara, sednagkan 116 warga terkena kanker serviks. Maka dari itu, ia menilai penting ada sosialisasi terkait deteksi dini kanker payudara.

Kami sangat berterima kasih atas kerjasama Yayasan Kanker Payudara Indonesia dalam kegiatan sosialisasi ini. Ini sangat penting, kita harus menyadari, melakuakn deteksi dini, salah satunya dengan memeriksa payudara sendiri dan itu bisa dilakukan di rumah dengan sistematis. Sehingga perempuan bisa mendeteksi secara dini gejala kanker payudara,” katanya.

Dikatakannya, BKOW juga akan menghimpun data para pengidap kanker payudara untuk kemudian dibuatkan sebuah komunitas survival (penyintas) kanker payudara.

Tadi kan kita dimintakan oleh Bu Linda, itu (komunitas, red) supaya ada kepedulian tinggi dari pemerintah kepada warga penderita kanker payudara,” katanya.

Terkait permintaan YKPI agar BKOW dapat menjadi ujung tombak dalam sosialisasi kanker payudara di Banten, Aci mengaku siap. Ia mengungkapkan, dari 55 organisasi wanita di bawah naungan BKOW Banten akan mensosialisasikan deteksi dini kanker payudara.

Minimalnya dari keluarga, setelah itu baru organisasi, dan lingkungan. Dari 55 organisasi dikali 10 saja sudah ada 550 orang yang akan mensosialisasikan deteksi dini kanker payudara. Dan harapan ke depan, hal ini bisa diketahui oleh masyarakat Banten, karena mudah sekali melakukan deteksi dini itu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten, Sitti Ma’ani Nina mengatakan, sosialisasi deteksi dini merupakan bagian dari upaya DP3AKKB Banten dalam memastikan perempuan Banten sehat, terlindungi dan terpenuhi hak-hak kebutuhannya.

Tentunya kita sangat mengapresiasi kehadiran YKPI yang langsung turun ke daerah khususnya Banten untuk melakukan sosialisasi deteksi dini kanker payudara. Kalau dari kita intinya tiga hal, perempuan itu sehat, perempuan terlindungi dan perempuan terpenuhi hak-hak kebutuhannya,” ujarnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 20:14:00

Antusias Pencoblosan Di Manila

Antusias Pencoblosan Di Manila

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 19:18:00

The ads will close in 10 Seconds