Sara Dan Fitnah Prabowo, Relawan Jokowi Banten Dilaporkan Ke Bawaslu

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 13:39:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Sara Dan Fitnah Prabowo, Relawan Jokowi Banten Dilaporkan Ke Bawaslu

Ferry Renaldi/RZK

RMOLBanten. Relawan Sayang Banten Jokowi-Maruf dilaporkan Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo-Sandi (Tampung Padi) ke Bawaslu Banten, Kamis (21/3).

Pelaporan terkait dugaan Sara dan fitnah terhadap paslon capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Koordinator Tampung Padi Ferry Renaldi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat Mancak Kabupaten Serang adanya pembagian tempat  makanan yang berisi stiker dan brosur yang diduga sebar fitnah dan sara.

"Dalam brosur tersebut ada dugaan unsur sara dan fitnah. Kami laporkan karena ini bertentangan dengan PKPU nomor  23 tahun 2018 dan UU nomor 7 tahun 2017," katanya di Bawaslu Banten, Kamis (21/3).

Dikatakan Ferry unsur Sara yang tertuang dalam brosur tersebut diantaranya menuliskan kolom agama dari orang tua Paslon nomor urut 02 dan hal itu jelas tidak diperbolehkan.

"Itukan tidak boleh di pendaftaran capres waktu ke KPU pun tidak ada itu ortu agama apa, adiknya agama apa itu permainan unsur Sara yang dilakukan relawan sayang Banten," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Ferry, dalam brosur tersebut juga ada fitnah yang ditujukan kepada capres nomor urut 02 di mana dalam brosur tersebut berbicara latar belakang pekerjaan Prabowo yang diberhentikan di tengah jalan karena terbukti melanggar kode etik.

"Kalau kita mau bahas ini panjang karena masalah pak Prabowo bukan soal kode etik atau dipecat," katanya.

Selain itu, dalam tempat makanan yang dibagikan tersebut ada pembagian stiker Jokowi yang melanggar peraturan PKPU nomor 23 tahun 2018. Dimana dalam peraturan tersebut disebutkan, disebutkan stiker harus berukuran 5x10 cm tapi faktanya stiker di cetak dengan ukuran 21 cm x 15.

"Kita juga ingin mempertanyakan apakah relawan sayang Banten ini,  bagian dari relawan ataupun tim kampanye yang ditunjuk oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) baik di daerah maupun di pusat sebagai organisasi yang menyelenggarakan kampanye di masyarakat," ujarnya. [dhn]


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds