Merugi Di Tahun 2018, Bank Banten Rombak Direksi

Ekbis  SENIN, 25 MARET 2019 , 20:44:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Merugi Di Tahun 2018, Bank Banten Rombak Direksi

Foto/RUS

RMOLBanten. Setelah sebelumnya diberitakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Tbk (Bank Banten) merugi di tahun 2018, selanjutnya dilakukan perubahan jajaran dewan komisaris dan direksinya.

Plt Komisaris Utama Bank Banten Media Warman dalam konfrensi pers dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Kota Serang, mengatakan, selain membahas kinerja Bank Banten, RPUS juga memutuskan untuk melakukan perubahan dewan komisaris dan direksi.
Perubahan dilakukan karena adanya pengajuan pergunduran diri dari Agus Ruswendi selaku Komisaris Utama Bank Banten.

Dalam suratnya beliau mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama Bank Banten dan Dirut PT BGD (Banten Global Development), suratnya tertanggal 3 Januari 2019,” ujarnya, Senin (25/3)  .  

Pengunduran diri tersebut lanjut Media Warman disebabkan Agus yang diangkat sebagai Komisaris Utama dalam RUPS pada 11 April 2018. Diputuskan Agus Ruswendi dan Titi Khoiriah sebagai komisaris utama dan komisaris independen yang berlaku efektif setelah ditetapkan lolos uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Setelah dilakukan fit and proper, pada 6 Desember 2018 OJK mengeluarkan surat berhubungan hasil fit and proper dua calon komisaris. Isinya adalah pertama menyatakan Agus Ruswendi belum memenuhi persyaratan untuk menjadi komisaris utama Bank Banten. Lalu memutuskan Titi Khoiriah memenuhi syarat sebagai komisaris,” katanya.  

Berdasarkan aturan yang ada, Agus bisa diajukan kembali enam bulan sejak dinyatakan belum lulus. Akan tetapi, Agus pada 3 Januari 2019 membuat surat kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mengundurkan diri.

"Dalam RUPS hari ini  juga memutuskan mengangkat saya menjadi Plt Komisaris Utama sampai RUPS selanjutnya," ungkapnya.  

Selain Agus, kata dia, RUPS juga memutuskan untuk memberhentikan Bambang Mulyo Atmojo dari jajaran direksi. Pertimbangannya bermula dari RUPS 23 November 2017, saat itu jajaran direksi mengusulkan Bambang diangkat menjadi direktur kepatuhan.

Dalam ketentuannya untuk mengisi posisi itu harus kembali fit and proper. Beliau sudah lulus untuk (posisi) direksi yang lain, tapi fit and proper untuk jabatan Direktur Kepatuhan belum memenuhi syarat.  Hari ini pemegang saham memutuskan untuk diberhentikannya dengan hormat. Kemudian mengangkat Kemal Idris sebagai Direktur Operasional merangkap Direktur Kepatuhan,” paparnya. [dhn]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds