WH Diminta Ambil Tindakan Perbaiki Jembatan Rusak Di Pandeglang

Kabupaten Pandeglang  SELASA, 26 MARET 2019 , 21:45:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

WH Diminta Ambil Tindakan Perbaiki Jembatan Rusak Di Pandeglang

Foto/Repro

RMOLBanten. Sejumlah anggota DPRD Banten dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pandeglang meminta Pemprov segera mengambil langkah cepat melakukan perbaikan jembatan ambruk di Kampung Cipeuteuy Sabrang, Desa Ciseureuhan Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Masukan itu disampaikan Toni Fathoni Mukson dan Upiyadi Moeslikh saat diminta tangapannya terkait dengan jembatan ambruk, di Pandeglang yang menyulitkan siswa SDN dan masyarakat melakukan aktifitasnya, melalui telpon genggamnya, Selasa (26/3).
 
Diketahui, jembatan di Ciseureuhan ambruk sejak sepekan lalu. Akibatnya warga dan anak-anak SDN Ciseureuhan 4 yang biasanya memanfaatkan akses tersebut, terpaksa harus menyebrangi sungai dengan arus deras,untuk bisa beraktifitas dan bersekolah. Padahal resikonya cukup besar.
 
Toni meminta kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita segera mengambil tindakan cepat, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, mengingat jembatan ambruk merupakan akses satu-satunya.
 
"Kalau memang Pemkab Pandeglang mengaku tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan,karena tidak masuk dalam plot APBD 2019 ini. Bisa saja diambil dari bantuan keuangan (Bankeu) provinsi," ungkapnya.
 
Dikatakan Toni, Pemprov Banten telah memberikan bankeu tahun 2019 sebesar Rp60 miliar.Diharapkan dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki jembatan ambruk tersebut.

"Bankeu Rp 60 miliar merupakan bentuk perhatian dari pemprov. Dari Rp 60 miliar itu, Rp10 miliar untuk untuk khusus jalan non status di Desa Sumber Jaya dan Ujung Jaya di Kecamatan Sumur. Pemkab Pandeglang saya rasa bisa menggunakan dana dari Rp 50 miliar untuk perbaikan jembatan ambruk, sekitar Rp 400 sampai Rp 700 juta dengan pembuatan jembatan dari baja sehingga kokoh dan tahan lama," ungkapnya.
 
Sementara itu, Upiyadi mengaku menyesalkan sikap Pemkab Pandeglang yang tidak segera memperbaiki jembatan, sebelum ambruk. Padahal, sebelumnya telah dibahas dan diusulkan dalam Musrenbang oleh desa dan kecamatan setempat.
 
"Tentunya dengan kejadian ini kami menyesalkan, kenapa jembatan itu sebelumnya tidak diperbaiki, padahal itu akses utama warga dan anak sekolah ke tempat tujuan," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Upiyadi meminta kepada Pemprov Banten segera melakukan intervensi,menginggat Bupati Irna sudah menyatakan telah kehabisan anggaran, seperti disampaikan oleh jajarannya di Dinas Pekerjaan Umum Pandeglang.
 
"Maka Pemprov Banten harus segara turun tangan. Pandeglang kalau tidak mampu, maka provinsi harus take over. Dengan kondisi apapun dan kewenangannya, saya rasa provinsi bisa melakukan itu," ungkapnya.
  
Bahkan katanya, lembaga legislatif Provinsi Banten siap mempermudah penganggaran, dengan melakukan pergeseran kegiatan jika itu dimungkinkan."Kalau bagi saya, untuk persoalan darurat ini bisa saja dilakukan. Dengan mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan berlaku, hal itu dapat dimungkinkan," paparnya. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds