Demokrat: Pak Jokowi, Kapal Selam Korsel Jangan Diklaim Buah Karya Anda

Politik  MINGGU, 31 MARET 2019 , 15:00:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Demokrat: Pak Jokowi, Kapal Selam Korsel Jangan Diklaim Buah Karya Anda

KRI Ardadedali-404/Net

RMOLBanten. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengomentari debat keempat (Sabtu, 30/3) malam.

Dalam debat itu Jokowi sempat menyebut kapal selam KRI Ardadedali-404 sebagai buah keberhasilan pemerintahannya di sektor keamanan.

"Pak @jokowi, Anda tidak bisa mengklaim kerjasama pembuatan kapal selam RI dengan Korsel sebagai bagian dari karya Anda," tulis Rachland melalui akun Twitternya.

Pemesanan kapal selam, diingatkan Rachland sudah dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan oleh Jokowi.

"Kerjasama yang melibatkan transfer of knowledge dan pembuatan kapal ketiga di PT PAL itu adalah buah kebijakan Pak SBY," tegasnya.

Dari hasil penelusuran, kapal selam ini ternyata salah satu dari tiga kapal pesanan Indonesia dari Daewoo Shipbulding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Korea Selatan.

Sebenarnya, kontrak pembelian tiga kapal dengan perjanjian transfer teknologi ditandatangani pada 2011. Namun pemerintah SBY ketika itu mengonfirmasi pembeliannya pada Februari 2014.

Dengan perjanjian, sebanyak dua kapal selam diproduksi di Korsel dan satunya lagi diproduksi di Galangan Kapal PT PAL (Persero), Surabaya, Jawa Timur.

Kapal yang dipesan itu termasuk dalam bagian MEF yang dimulai sejak tahun 2010.

KRI Ardadedali-404 sendiri tiba dari Korsel pada 17 Mei 2018. Kapal selam ini dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter dan sistem Air Independent Propulsion.

Ardadeli 404 memiliki bobot 1.280 ton saat muncul di permukaan dan bobot menjadi 1.400 ton saat menyelam.

Spesifikasinya secara umum serupa dengan Nagapasa-403.[dhn] 


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds