Bus Transjakarta Dilarang Naik Turunkan Penumpang Di Tangsel

Daerah  SENIN, 08 APRIL 2019 , 20:40:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Bus Transjakarta Dilarang Naik Turunkan Penumpang Di Tangsel

Termibnal Pondok Cabe sepi/ARS

RMOLBanten. Terhitung sejak Kamis (4/7) lalu angkutan bus Transjakarta jurusan Pondok Cabe-Tanah Abang dilarang menaik turunkan penumpang.

Ketentuan tersebut mulai dari Lebak Bulus sampai Terminal Pondok Cabe. Begitu juga arah sebaliknya.

Demikian diungkapkan Kepala Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT) Budi Rahardjo usai rapat dengan perwakilan sopir angkot Tangsel di Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (8/4).

Menurutnya, kesepakatan di atas merupakan hasil pertemuan antara BPTJ dengan pengelola angkot D-16 dan D-106 yang mengaku terkena imbas beroperasinya bus Transjakarta.

Bus Transjakarta baru dapat menaik turunkan penumpang dari dan ke Kota Tangsel setelah resmi ada kerjasama.

"Sampai dengan kesepakatan kerjasama itu terwujud," katanya.

Pekan depan kata dia, kedua pihak, BPJT maupun sopir angkot ada pertemuan lagi untuk membahas tindaklanjutnya.

"Dengan harapan masing-masing pihak sudah mendapatkan kemajuan," ujarnya.

Misalnya, lanjut Budi, pihak BPTJ akan mengidentifikasi jumlah unit kendaraan angkot kedua trayek tersebut.

"Sudah bisa beroperasi. Transjakarta tapi tidak bisa menaik turunkan penumpang sesuai yang disepakati," terangnya.

Sementara salah satu sopir angkot, Petrus Paranginangin mengaku sejak Transjakarta berseliweran di Jalan Tangsel penghasilannya menurun.

"Biasanya uang makan dapat Rp 70 ribu. Sekarang palingan Rp 30-35 ribu, setengahnya," ucap pemilik angkot D-106 ini.

Menurutnya, sopir angkot telah menawarkan solusi kerjasama ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Klausul pertama, diberlakukan sistem dihitung kilometer seperti Oke Trip terhadap kedua trayek angkot yang terkena dampak bus Transjakarta

Kedua, pihak BPTJ mau membeli semua angkot. Ia mengaku penyusutan penumpang sampai kisaran 500 orang per hari 50 persen.

"Setengahnya. Saya mah kepengennya angkot dibeli. Pengen pulang kampung nanam cabe aja," tukasnya.

Selain itu, sambung Petrus, pengemudi angkot juga merasakan dampak bus Transjakarta melintasi Jalan Raya Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel. Ruas jalan menjadi semakin macet.

"Kalau kita di belakang bus jadi udah gak bisa nyalip," tandasnya. [dhn]




Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 20:14:00

Antusias Pencoblosan Di Manila

Antusias Pencoblosan Di Manila

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 19:18:00

The ads will close in 10 Seconds