Seminar Tol Laut Di Atas Kapal Ferry Merak-Bakauheni

Pendidikan  SELASA, 09 APRIL 2019 , 06:36:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Seminar Tol Laut Di Atas Kapal Ferry Merak-Bakauheni

Foto/RUS

RMOLBanten. Ratusan pelajar dan mahasiswa dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi (PT) di  Banten mengikuti seminar nasional membahas tol laut dan poros maritim dunia.

Menariknya seminar dilaksanakan di atas kapal Ferry Portlink dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung dan kembali ke Merak, Senin (8/4).

Ratusan pelajar dan mahasiswa tersebut mengikuti jalannya seminar dan aktif menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada para narasumber yakni Dirut ASDP Indonesian Ferry Ira Puspadewi, pengamat pertahanan Conny Rahakundini Bakrie serta arkeologi Ratno Lukito.

Seminar tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT ASDP Lalu Sudarmaji, sejumlah guru besar perguruan tinggi, unsur pimpinan perusahaan ASDP Indonesian Ferry serta perwakilan organisasi kepemudaan di Banten.

Dalam paparannya Dirut ASDP Ira Puspadewi mengatakan, ASDP siap menjadi bagian utama dalam mewujudkan tol laut tersebut yakni dengan membangun konektivitas antar wilayah dan antar pulau melalui penyeberangan kapal laut serta mendukung dalam upaya membuat harga-harga kebutuhan menjadi murah karena suplai yang cukup melalui jalur laut ke daerah-daerah tertentu.

"ASDP itu untuk membangun konektivitas, menyambungkan rute ke rute. Yang lain lagi kita memperkuat di logistik sama pariwisata, nah tahun iini yang signifikan adalah masuk di pariwisatanya. Salah satunya adalah bisa kita lihat di dermaga eksekutif ini," katanya.

Ira menjelaskan, dalam pengembangan konektivitas persaingannya karena penyeberangan. Itu kalau ada jembatan atau pesawat, kemungkinan orang akan lebih memilih pesawat dan penyerangan tersebut.

Karena itu, pariwisata harus menjadi area yang dijalankan oleh ASDP diantaranya dengan membangun dermaga eksekutif dan membangun hotel di dermaga seperti di Labuan Bajo yang sudah dilakukan pembangunan hotel di pelabuhan tersebut.

"Ke depan kita lebih agresif mengarap sektor logistik dan pariwisatanya," imbuhnya.

Menurutnya, inti dari tol laut itu adalah bagaiaman ASDP mendukung dalam membuat harga-harga menjadi murah, dengan dukungan kapal-kapal logistik yang bagus salah satunya untuk mengangkut hewan.

Saat ini, kata dia, ASDP memiliki  154 kapal yang tersebar di 35 pelabuhan dan mengoperasikannya di 234 lintasan, diantaranya Pelabuhan Merak-Bakauheni yang dianggap paling signifikan karena merupakan perlintasan atau penyebarangan penduduk dan barang dari Jawa ke Sumatera.

Salah seorang peserta dari Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Elisa, mengaku sangat terkesan dan bangga mengikuti kegiatan seminar tol laut dan kemaritiman Indonesia yang diselengarakan di atas kapal laut. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari seminar tersebut serta bisa berdialog langsung dengan para narasumber yang kompetenen.

"Kebetulan saya pertama kalinya ikut acara seperti ini. Sungguh luar biasa dan saya beruntung bisa menjadi bagian dari acara ini," katanya. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds