Derita Gizi Buruk, Warga Kota Serang Ini Belum Tersentuh Medis

Kesehatan  SENIN, 15 APRIL 2019 , 01:32:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Derita Gizi Buruk, Warga Kota Serang Ini Belum Tersentuh Medis

Badriah/RZK

RMOLBanten. Badriah (35) warga Kampung Kebaharan Al Manar, RT 01/08, Kelurahan Lopang Cilik, Kecamatan Serang, Kota Serang, menderita gizi buruk dan komplikasi selama 1 tahun.

Karena miskin, ia hanya bisa pasrah lantaran tak punya biaya untuk berobat.

Kondisi wanita paruh baya ini cukup memprihatinkan. Semakin hari penyakit yang dideritanya kian parah. Mirisnya, selama 1 tahun sakit, Badriah belum pernah dibawa ke dokter sehingga membuat kondisinya memburuk.

Badriah adalah anak kedua dari Ibu Kusni. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Kini, ia tinggal bersama ibu, adik serta suami adiknya di sebuah rumah yang tidak layak huni.

Sebagian dinding rumahnya terlihat bolong, begitu juga sebagian atap rumahnya yang terbuat dari genteng sudah bocor.

Di rumah itulah Badriah terbaring di atas tikar bekas dan bantal yang sudah kusut.

Badriah hanya bisa pasrah. Kedua tulang kakinya kaku dan mengecil hingga tak mampu lagi bergerak. Bahkan, akibat penyakit yang menyerangnya membuat tubuhnya kurus kering tinggal tulang.

Dede, salah satu tetangga Badriah mengatakan, dirinya sangat kasihan melihat kondisi tetangganya tersebut. Ia bersama warga lainnya tengah mengupayakan untuk membantunya.

"Kasian ngeliatnya, udah setahun dia sakit. Saya bersama warga lainnya lagi ngumpulin dana buat pengobatan biar bisa dirawat dengan layak di rumah sakit," ujarnya, Minggu (14/4).

Dede menuturkan, faktor ekonomi menjadi penyebab Badriah tak pernah mendapat perawatan medis. Ia juga mengatakan Badriah tak punya keluarga yang bisa diandalkan untuk meringankan beban hidup.

"Keluarganya sama aja keadaan ekonominya buruk, makanya tak mampu membeli obat ke apotik. Apalagi, Badriah belum terdaftar di BPJS, sehingga menyulitkan dia berobat ke rumah sakit. Ada kartu KIS cuma saya ga tau bisa dipake atau ga," katanya.

Dede mengaku, hingga saat ini tidak ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu mereka. Selama ini, mereka hanya hidup dari belas kasihan warga di sekitar untuk meringankan beban hidup.

"Selama ini hanya bantuan dari tetangga saja. Kita bawakan nasi dan beras setiap hari. Ada juga yang membelikan obat untuk Badriah. Kalau dari pemerintah, belum ada sama sekali,” jelasnya.

Dede berharap, semoga ada warga lainnya yang terketuk pintu hatinya untuk memberikan sedikit bantuannya. Ia juga memohon kepada pemerintah agar segera membantu pengobatan Badriah agar terlepas dari penyakitnya dan dapat hidup normal.

"Saya sangat berharap sekali kepada pemerintah untuk segera memberikan bantuan kepada Badriah, karena jika hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan warga lainnya saya kira tidak cukup dan sangat terbatas sekali. Sekali lagi saya mohon, pemerintah tolong cepat tanggap terhadap kasus seperti ini," pungkasnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 20:14:00

Antusias Pencoblosan Di Manila

Antusias Pencoblosan Di Manila

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 19:18:00

The ads will close in 10 Seconds