Bawaslu Selidiki Surat Suara Habis Dan Tercoblos Di TPS Di Tunjung Teja

Daerah  JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 00:44:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Bawaslu Selidiki Surat Suara Habis Dan Tercoblos Di TPS Di Tunjung Teja

Foto/RMOL Banten

RMOLBanten. Badan Pengawas Pemilu (Bawasalu) Kabupaten Serang menemukan indikasi pencoblosan surat suara dan pelanggaran ketentuan pemungutan suara di Desa Kemuning, Kabupaten Serang pada Rabu 17 April.
 
Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Yadi kepada wartawan, Kamis (18/4).

Yadi menjelaskan informasi tercobolosnya surat suara calon legislatif ditemukan Panwascam Tunjung Teja. Sebelumnya, sejumlah pemilih di TPS 08 yang telah terdaftar DPT tidak dapat menggunakan hak pilihnya lantaran surat suara habis.
 
"Padahal berdasarkan jumlah DPT yang ada, masih bisa seharusnya. ketika 70 persen pemilih sudah hadir kemudian ada pemilih yang akan hadir melakukan proses pemungutan ternyata surat suara tidak tersedia,” katanya.
 
Setelah mendatkan informasi tersebut, Panwascam lasngung mendatangi TPS 08 sambil menunggu kepastian surat suara, agar para pemilih yang telah terdaftar di DPT dapat menggunakan hak pilihnya.

Namun akhirnya Panwascam bersama KPPS, PPK, dan KPU bersepakat memutuskan membuka sejumlah kotak suara caleg.
 
Atas keputusan tersebut, ditemukan adanya indikasi pencoblosan surat suara Caleg di sebelum proses pemungutan suara berlangsung. Namun, Yadi mengaku masih dalam penyelidikikan tim Gakumdu Kabupaten Serang, lantaran pihaknya belum melihat bukti fisik surat suara yang tercoblos.
 
"Informasinya ada (pencoblosan sebelum pemungutan suara), tapi kita belum lihat bukti rilnya. Kami harus bisa memastikan itu,” lanjutnya.
 
Tidak hanya, Yudi mengatakan indikasi pelanggran dalam proses pemungutan suara tersebut juga terjadi sejak awal pungutan suara dimulai. Dimana Petugas KPPS telah melanggar ketentuan dengan membuka kotak suara sebelum pukul 07.00 WIB.
 
"Sesuai ketentuan kan dibukan jam 7, tapi ini sebelum jam 7 atau tepatnya 6.30 sudah dibuka, dan ada saat pembukaan kotak suara tidak disaksikan oleh saksi dan pengawas TPS,” katanya
 
Dirinya menegaskan atas pelanggrana tersebut pihak Bawaslu telah mengajukan rekomendasi kepada KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 08 Desa Kemuning.

"Proses penyelesaian PSU maksimal 10 dari hari pencoblosan, tergantung kesiapan KPU untuk melakukan pemilihan ulang,” katanya
 
Kendati demikian, untuk proses pelanggaran pemilu dengan mencoblos surat suara dirinya mengatakan hal tersebut memiliki kasus yang berbeda dengan PSU, sehingga tetap harus dilakukan proses penyelidikan selama 7 hari.

"Jika 7 hari masih belum cukup, akan ditambah lagi waktunya selama 7 hari lagi,” ungkapnya.
 
Kemudian jika terbukti adanya pencoblosan surat suara caleg sebelum proses pemungutan suara, maka pelaku dapat dijerat dengan sangksi Pidana.
 
Berdasarkan pantauan, Tim Gakumdu Kabupaten Serang langsung mendatangi Kecamatan Tunjung Teja bersama Panwascam dan sejumlah aparat kepolisian guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. [dhn]


Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds