Ilham Saputra: Setop Anggap KPU Curang!

Politik  JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:35:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ilham Saputra: Setop Anggap KPU Curang<i>!</i>

Ilham Saputra/RMOL Network

RMOLBanten. Masyarakat diminta berhenti menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU)  melakukan kecurangan.

Pasalnya perbedaan C-1 dengan hasil publikasi dari Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) adalah  human error yang sedang diperbaiki.

Demikian ditegaskan Anggota KPU, Ilham Saputra di KPU, Jalan Imam Bonjol, Gambir, Jakarta, Jumat (19/4).

Ilham menyebutkan, pengakuan kesalahan termasuk bagian dari transparansi KPU dalam penghitungan suara.

"Saya mau klarifikasi, tentang viral yang mengatakan bahwa KPU curang ada di beberapa tempat yang salah entry (masuk/memasukkan data C1) ya , jadi itu betul-betul kesalahan entry ya, tentu saja ini bagian dari transparansi kita, di mana masyarakat dapat mengakses dan juga memberitahukan kepada kita ada kesalahan dalam peng entry an masuk kedalam Sistem Informasi Perhitungan kita," ungkap Ilham.

Ilham juga menyampaikan kesalahan menginput data C-1 itu bukan disengaja, dan ditegaskan bahwa hal itu human error, bahkan saat ini sedang diperbaiki.

"Jadi itu tidak ada  kesengajaaan kecurangan atau apapun itu tidak sama sekali, saat ini kita baru mencatat lima TPS yakan dan itu sangat human error, ketika kita tahu kita langsung perbaiki jadi sekarang ditempat di Dumai dan Jakarta langsung di perbaiki, apalagi di NTB, di Jateng dan kalau enggak salah di Jatim itu juga sedang kita perbaiki," tuturnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika dirasa ada hal yang janggal. Menurutnya, KPU sudah membuka kontak laporan bagi masyarakat.

"Jadi sekali lagi bahwa tolong kepada masyarakat, kalau mau perbaiki silangkan, kontak kami, kami akan membuat semacam kontak laporan ya, entah itu dalam bentuk WA kemudian telepon, sebetulnya telepon 24 jam sudah ada, sudah kita sampaikan kepada masyarakat, tapi jangan kemudian memberikan informasi sekaan akan KPU curang, KPU melakukan ini secara sistematis, tidak ada sama sekali," tandasnya. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds