Sangkan Paraning Dumadi

Opini  SABTU, 20 APRIL 2019 , 08:27:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Sangkan Paraning Dumadi

Foto/Net

PUJANGGA Jawa, Yosodipuro menggubah sebuah kakawin ”Serat Dewa Ruci” yang disampaikan dalam bentuk macapat selaras rumusan tembang dalam bahasa Kawi, Sansekerta dan Jawa Kuna.

Perjalanan Batin

Kisah Dewa Ruci secara multidimensional terbuka untuk ditafsirkan ke berbagai arah, sudut, penjuru dan tujuan. Satu di antara sekian banyak tafsir adalah kisah Bima mencari tirta pawitra di dalam kisah Dewa Ruci  melambangkan bagaimana manusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkan paraning dumadi (asal muasal dan tujuan hidup) dalam rangka menuju manunggaling kawula Gusti. Dalam kisah ini termuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan amanat bagaimana manusia kembali menuju Tuhannya.

Konsepsi manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Konsepsi Tuhan disebutkan sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Hidup dan Yang Menghidupkan, Mahatahu dan Mahabesar yang tidak dapat dilukiskan dengan sekedar kata-kata. Jalan menuju Tuhan yang ditempuh oleh Bima dalam menuju manusia sempurna disebutkan melalui empat tahap  yang di dalam kebudayaan Jawa disebut sebagai sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa.

Jagad Gede, Jagad Kecil

Saya pribadi mengagumi kesadaran atas makrokosmos dan mikrokosmos yang tersirat dan tersurat di dalam kisah pertemuan antara Bima yang besar dengan Dewa Ruci yang kecil sebagai kemanunggalan makrokosmos = jagad gede dengan mikrokosmos = jagad cilik di alam semesta ini. Penafsiran makrokosmos dan mikrokosmos dala, lakon Dewa Ruci seiring sejalan arah tujuan dengan pemikiran para pemikir Neoplatonisme yang dipelopori Plotinus (204-70 SM).

Neoplatonisme merupakan rangkaian terakhir dari fase Helenisme Romawi, yaitu suatu fase pengulangan ajaran Yunani terdahulu , jadi aliran ini masih berkisar pada filsafat Yunani, yang teramu dalam mistik tasawuf dan berbagai aliran lain yang mendukung.   

Di dalam pemikiran neoplatonisme terdapat unsur-unsur pemikiran Platon, Phytagoras, Aristoteles, Stoa, dan mistik tasawuf, sebagai pertemuan antara unsur-unsur kemanusiaan, keagamaan , ilmu pengetahuan, mistik, metafisika. Pemikiran neoplatonisme dari Yunani dan kisah Dewa Ruci dari Jawa searah dalam beranggapan bahwa pada hakikatnya jagad gede dan jagad cilik merupakan suatu kesatuan alam semesta di mana segenap unsur di dalamnya memiliki peran masing masing secara saling setara penting tanpa ada yang inferior atau superior ketimbang yang  lain-lainnya. [***]

(Penulis adalah pembelajar pemikiran Yunani dan Jawa).



Komentar Pembaca
Jebol Tembok

Jebol Tembok

SABTU, 24 AGUSTUS 2019

Telur APBN

Telur APBN

SELASA, 20 AGUSTUS 2019

Resolusi Konflik PB HMI, Perlukah<i>?</i>

Resolusi Konflik PB HMI, Perlukah?

SENIN, 19 AGUSTUS 2019

Kazan

Kazan

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

SABTU, 17 AGUSTUS 2019

Mengenal Sosok KH Tubagus Ismail, Pejuang Dan Ulama Banten
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds