Korsa Terima Tantangan Adu Data Dengan Relawan Jokowi

Politik  SABTU, 20 APRIL 2019 , 21:58:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Korsa Terima Tantangan Adu Data Dengan Relawan Jokowi

Repro Situng KPU/Net

RMOLBanten. Komunitas Relawan Sadar Indonesia (KORSA) menerima tantangan relawan Jokowi adu data C1. Bahkan, Korsa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memfasilitasi tempat dan waktu adu data tersebut.

Tantangan dimulai ketika menyangsikan Relawan Jokowi data Paslon 02 Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangan dengan perolehan suara mencapai 62 persen. Angka itu, menurut Prabowo diperoleh berdasarkan pada data formulir C1 dari para saksi di TPS di seluruh Tanah Air.

Ketum Relawan Almisbat, Hendrik Sirait bahkan menantang Kubu Prabowo untuk untuk beradu data C1.

"Kami tantang BPN, kita adu data terbuka. Klaim-klaim seperti ini sudah pernah kami hadapi 2014, dan terbukti (mereka) kalah," ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/4).

Tak hanya Relawan Almisbat, Arus Bawah Jokowi juga menyampaikan tantangan yang sama.

Bak gayung bersambut, tantangan itu pun diterima oleh relawan Prabowo Korsa.

"Kita siap menerima tantangan adu data yang dikeluarkan oleh Relawan Jokowi Almisbat dan Arus Bawah Jokowi, dan kita minta adu data itu disiarkan oleh seluruh televisi dan media elektronik lainnya biar rakyat tahu siapa sebenarnya yang membuat penipuan dalam Pilpres ini," ujar Koordinator Korsa Amirullah Hidayat, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (20/4).

"Apalagi sejak reformasi baru inilah Pilpres terburuk dan kita yakin bahwa mereka tidak punya data, paling hanya pegang data Lembaga Survei yaitu quick count," imbuh Amirullah yang juga Kader Muhammadiyah ini.

Amirullah melanjutkan, pihaknya berharap KPU dan Bawaslu bisa netral selama proses adu data antara Korsa dengan Relawan Jokowi.

"Biar terang benderang, sekalian juga kita akan membongkar semua kecurangan yang dilakukan dalam pengimputan suara yang di tulis di kertas C1 plano di TPS. Sehingga terjadi keributan di ratusan TPS antara Saksi dan pendukung 02 dengan KPPS," tandas Amirullah dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL. [dhn] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds