5 Anggota KPPS Di Serang Terancam 2 Tahun Bui

Daerah  SELASA, 23 APRIL 2019 , 19:56:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

5 Anggota KPPS Di Serang Terancam 2 Tahun Bui

Badrul Munir/Dok

RMOLBanten. Lima anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota dan Kabupaten Serang terancam di penjara selama dua tahun. Para anggota KPPS ini diduga telah mencoblos sisa surat suara pada pelaksanaan pemungutan suara pada Rabu (17/4) lalu.

Terdapat tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang direkomendasikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di dua daerah tersebut untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Di Kota Serang, PSU dilakukan di TPS 5, Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya dengan alasan dari tiga warga luar Kota Serang yang ikut mencoblos. Kemudian di TPS 24 Ciloang, kecamatan Serang dengan alasan anggota KPPS mencoblos 15 surat suara dan dimasukan ke kotak suara untuk semua tingkatan.

Sementara satu TPS di Kabupaten Serang di TPS 8 Kemuning, Kecamatan Tunjungteja dengan alasan kotak suara dibuka sebelum proses pemungutan suara tanpa diketahui pengawas TPS dan saksi. Kemudian ada juga indikasi surat suara yang tercoblos. PSU di tiga TPS itu telah digelar pada Minggu (21/4).

Anggota  Bawaslu Banten Badrul Munir Selasa (23/4) mengatakan, selain menggelar PSU pihaknya juga meneruskannya ke ranah pidana untuk temuan surat suara tercoblos. Mereka yang terbukti nantinya bakal diseret ke pidana pemilu dengan ancaman kurungan penjara maksimal dua tahun.  

Proses pidana kami memproses bagaimana sesuai Peraturan Bawaslu. Kami langsung tindaklanjuti dengan investigasi dan klarifikasi. Ancamannya kurungan maksimal dua tahun,” katanya.

Badrul menjelaskan, dari tiga TPS yang PSU di wilayah Serang hanya dua TPS yang terdindikasi adanya pidana pemilu tersebut. Di TPS 24 Ciloang, Kota Serang terdindikasi ada empat anggota KPPS yang mencoblos surat suara sisa dan di TPS 8 Kemuning, Kabupaten Serang satu anggota.

Kalau untuk Banten untuk saat ini kami menemukan di dua titik. Pertama di sini (TPS Ciloang, Kota Serang-red) dan kedua di Tunjungteja, Kabupaten Serang. Dua-duanya indikasi pidana, melakukan pencoblosan tanpa hak. Tunjungteja (terduganya) ketua KPPS, di sini salah satunya ketua KPPS,” paparnya.

Sedangkan untuk motif terduga, Badrul belum bisa mengungkapkannya ke publik. Hingga saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Dia pun tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang juga dijerat jika terbukti terlibat.

Ketentuan mencoblos itu bisa dilakukan oleh pemilih  yaitu orang-orang yang punya hak suara. Kita menemukan di TPS ini itu dicoblos oleh petugas dan beberapa oknum lainnya dengan beberapa alasan yang mungkin kami belum bis ampaikan. Tapi memang kami mendapat pentunjuk itu dilakukan oleh oknum petugas KPPS,” ungkap dia.

Pihaknya juga enggen berspekulasi ketika disinggung apakah pencoblosan surat suara merupakan pesanan pihak tertentu.

Kami belum menemukan itu, kami baru berpatokan pada peristiwa pencoblosan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berhak,” tuturnya.

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi mengatakan, ketentuan proses pidana pemilu atas temuan surat suara tercoblos sudah dimasukan pada rekomendasi tentang PSU.

Untuk kasus surat suara tercoblos rekom juga menyangkut penggantian personel KPPS untuk PSU dengan proses pidananya juga berjalan,” ujar mantan Ketua Komisi Transparansi dan Partisipasi Kebupaten Lebak ini.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Banten merilis ada 10 TPS yang direkomendasiakn untuk menggelar PSU, akhir pekan kemarin. 10 TPS itu tersebar di lima kabupaten/kota minus Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. [dhn]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds