Kabar Gembira, MRT Akan Masuk Banten

Daerah  RABU, 24 APRIL 2019 , 00:02:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Kabar Gembira, MRT Akan Masuk Banten

MRT/Net

RMOLBanten. Pemprov Banten masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait mass rapid transit (MRT) yang akan melintas di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Seperti diketahui, pembangunan MRT tahap III direncanakan dibangun hingga ke Balaraja, Kabupaten Tangerang. Pada tahap tersebut direncanakan akan menghubungkan Cikarang-Bekasi-Balaraja dengan jarak mencapai 78 kilometer.

Selain itu, muncul juga rencana terkait perpanjangan rute MRT dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuju Kota Tangerang Selatan. Wacana tersebut bergulir atas usulan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten Tri Nurtopo, membenarkan, adanya rencana MRT bakal melintas di Banten. Saat ini, konsep pengembangan moda raya terpadu itu sedang dikaji oleh PT MRT Jakarta selaku pengelola.

Konsepnya, melanjutkan dari Lebak Bulus ke Tangerang Selatan atau Serpong. Kemudian konsep pengembangan MRT oleh BPTJ (Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek). East west line, di Banten sampai Balaraja, kita menunggu perkembangan dari pemerintah pusat,” katanya, Selasa (23/4).

Namun Tri Nurtopo mengaku, belum mengetahui pasti terkait rencana pengembangan tersebut. Sebab, hingga saat ini proyek tersebut belum memiliki jadwal waktu pelaksanaannya.

"Belum ada timeline-nya. Baru konsep, mudah-mudahan segera pembahasan. (Alasan MRT sampai Balaraja) saya belum jelas, itu konsep BPTJ. Mungkin pengembangan wilayah, aglomerasi (pengumpulan beberapa elemen ke dalam suatu wilayah),” katanya.

Meski baru sebatas konsep, Tri berharap hal itu bisa direalisasikan. Keberadaan moda transportasi baru diyakininya bisa menjadi jalan keluar penanganan kemacetan di wilayah utara Banten.

"Saya sebagai orang transportasi ya, lebih bagus, untuk mengurangi kemacetan. Kemacetan di Banten, khususnya di Tangerang sudah membutuhkan penanganan dengan moda lain. Seperti misalnya angkutan massal berbasis rel, kereta api commuter line, light rail transit (LRT) dan MRT,” ungkapnya.

Disinggung apakah ada kemungkinan, MRT juga akan masuk ke Kota Serang sebagai Ibukota Banten, Tri mengungkapkan hal itu cukup sulit dilakukan. Sebab, wilayah kerja BPJT hanya berada di wilayah Jabodetabek.

"Wilayah kerja BPTJ tidak sampai Serang, jadi kayaknya belum,” tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Muhtarom mengatakan, salah satu fokus Pemprov Banten di 2020 adalah penanganan kemacetan dan infrastruktur. Program itu mayoritas akan dilakukan di wilayah kerja pembangunan (WKP) I meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

"Salah satu program mengtasi kemacetan. Nanti akan dilihat, apakah di jalan yang menjadi kewenangan pemprov itu, jalannya harus dilebarkan atau seperti apa. Untuk mengatasi banjir juga akan dibuat pedestrian jalan dan perbaikan drainase,” pungkasnya. [dhn]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds