Hakim Vonis Warga Sangiang 4 Bulan Kurungan

Hukum  RABU, 24 APRIL 2019 , 00:23:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Hakim Vonis Warga Sangiang 4 Bulan Kurungan

Foto/RMOL Banten

RMOLBanten. Proses persidangan tiga orang warga pulau Sangiang yang dituduh melakukan penyerobotan tanah milik PT Pondok Kalimaya Putih telah memasuki tahapan putusan di pengadilan negeri Serang.

Ketiga warga pulau Sangiang tersebut yakni Martaka bin Sujana, Lukman bin Dulmuti dan Mastijan bin Rohman.

Ketua Majelis Hakim, Epiyanto, menjatuhkan hukuman 4 bulan kurungan dengan masa percobaan selama 8 bulan dan membebankan biaya sidang kepada setiap terdakwa sebesar Rp 3.000.

Menanggapi putusan tersebut, ketiga orang terdakwa setelah berkonsultasi dengan penasihat hukum, meminta waktu kepada majelis Hakim untuk mempertimbangkan apakah akan menerima putusan tersebut.

Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tidak keberatan dengan permohonan dari terdakwa, Hakim mengabulkan permohonannya, dan sidang ditutup.

Ketua tim penasihat hukum warga pulau Sangiang, Arfan Hamdani, mengatakan pihaknya mengapresiasi apa yang sudah diputuskan oleh majelis Hakim. Namun, pihaknya merasa sedikit kecewa putusan yang telah dibacakan oleh majelis Hakim.

"Permasalahan di pulau Sangiang itu kami rasa bukan hanya bicara kepastian hukum saja, melainkan juga berbicara keadilan hukum dan kemanfaatan hukum itu sendiri," ungkapnya kepada awak media, Selasa (23/4).

Karena itu, lanjut Arfan, pihaknya saat ini akan memikirkan keputusan terbaik yang akan mereka tempuh guna memperoleh keadilan dan hak terbaik dari para terdakwa.

"Sehingga dalam waktu pikir-pikir ini kami akan sampaikan apakah kami akan melakukan banding atau lain sebagainya, akan kami diskusikan dengan tim yang lain," ujarnya.

Anggota tim penasihat hukum warga pulau Sangiang, Carlos Silalahi, menegaskan bahwa perjuangan dari warga pulau Sangiang dalam pengadilan ini bukan hanya untuk bebas dari tuntutan pidana, namun juga untuk memperjuangkan hak penuh masyarakat atas pulau Sangiang.

"Berkaitan dengan proses banding hari ini harus dipisahkan antara proses pidana dengan proses advokasinya. Bahwa tujuannya bukan untuk memenangkan pidana, melainkan untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di pulau Sangiang," terangnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds