PEMILU 2019

Datangi Bawaslu, Caleg PPP Ini Ceritakan Ganasnya Politik Uang

Politik  RABU, 24 APRIL 2019 , 00:26:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Datangi Bawaslu, Caleg PPP Ini Ceritakan Ganasnya Politik Uang

Usep Saepudin dan Didi M Sudih/RMOL Banten

RMOLBanten. Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih diwarnai adanya politik uang. Prilaku tersebut dilakukan untuk memuluskan jagoannya ke kursi parlemen.

Hal tersebut diceritakan oleh Caleg DPR RI Usep Saepudin yang akrab disapa Budak Lembur saat berkeluh kesah kepada Bawaslu Provinsi Banten di Kantor Bawaslu Banten, Selasa (23/4).

"Saya datang kesini mencurahkan hati sebagai pelaku dalam Pileg 2019 ini kalau orang lain mungkin katanya saja, tidak merasakan langsung atmosfirnya sebagai caleg kalau saya merasakan betapa masifnya politik uang itu," ujar caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dikatakan Usep sampai saat ini politik uang itu masih menjadi hal yang dominan. Dirinya mengungkapkan bagaimana keluarga dan kawan sendiri ketika memilih dirinya harus menggunakan uang.

"Ini sakit hati,  yang lebih sakit keluarga kita pun mau memilih kita harus ada uang nah ini ada persoalan apa," ujarnya.  

Meskipun kata Usep, UU pilkada no 10 tahun 2016 sudah diatur tentang money politik begitu pun UU no 7 diatur dalam pasal 523 dan pasal 515 pemberi uang dipenjara 4 tahun dan denda sebesar Rp 48 juta.

"Bawaslu harus tau karena Bawaslu itu kan bukan caleg yang caleg kan saya yang merasakan sebagai caleg. Saya ini sebetulnya sudah ikhlas ketika mendapat hasil yang tidak maksimal di pileg 2019 ini," ujarnya.

Dituturkan Usep dengan besarnya anggaran Pemilu hampir Rp 25 Triliun ditambah banyaknya perangkat pelaksana pemilu harusnya sesuai dengan slogan "Pemilu Yang Berintegritas".

"Namun saya mendengar dari masyarakat banyaknya politik uang saya sangat kecewa kepada pelaku pemilu yang sudah menghabiskan anggaran besar. Bawaslu harus tau ini," ucapnya.

Dirinya mendesak Bawaslu Banten untuk segera membentuk tim investigasi Independen untuk menyelesaikan praktik politik uang sehingga ke depan tidak ada lagi praktik kotor tersebut.

"Bawaslu jangan hanya menunggu masyarakat yang mau melaporkan tindakan keji politik uang. Bawaslu harus mampu menjemput bola. Agar pemilu dan kehadiran Bawaslu betul-betul berdaulat," ucapnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Banten Didi M Sudih mengatakan pihaknya mengapresiasi setiap ekspresi politik dan masukan ke bawaslu baik itu sebagai anak bangsa apalagi sebagai caleg.

"Dari segi substansi apa yang diungkapkan sebagian besar sudah dilakukan, seperti masalah investigasi. Bisa jadi peserta pemilu yang bagi-bagi ini lebih pintar ketika tidak ditemukan bukti Bawaslu kesulitan soal masalah pembuktian," singkatnya.  [dhn]



Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds