Pembakaran Di Papua, Komisioner KPU: Itu Surat Suara Berlebih

Politik  KAMIS, 25 APRIL 2019 , 20:07:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pembakaran Di Papua, Komisioner KPU: Itu Surat Suara Berlebih

Ilham Saputra/RMOL Network

RMOLBanten. Adanya pembakaran surat suara di Kabupaten Puncak Jaya, Papua dibenarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU berkesimpulan pembakaran surat suara tersebut memang diharuskan jika terdapat surat suara yang berlebih.

"Ada kelebihan surat suara yang harus dimusnahkan, betul dimusnahkan harus disaksikan Panwascam dan disaksikan oleh pihak keamanan," kata Komisioner KPU, Ilham Saputra di kantornya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

Jelas Ilham, kasus tersebut sudah selesai lantaran berdasarkan keterangan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Distrik (PPD) setempat pemilihan hingga proses perhitungan suara berlangsung secara aman dan lancar.

Dia pun membantah tidak adanya pemilihan di Papua seperti video yang telah beredar.

"Kan sudah clear, bahwa itu adalah sisa dari surat suara, isu di video itu kan tidak ada pemilihan, menurut PPK dan juga PPD berlangsung dengan aman, berlangsung dengan lancar proses penghitungan suaranya, formulir c1 sudah dipunyai oleh masing-masing PPK dan Panwascam-nya jadi sudah berlangsung," kata Ilham.

Diketahui, sebuah video yang memperlihatkan pembakaran surat suara dan kotak suara di Puncak Jaya Tengah viral di media sosial. Orang yang merekam kejadian ini menyebut, logistik dibakar lantaran kecewa pada pelaksanaan pemungutan suara.

Pasalnya, warga hanya mendapat surat suara pemilu legislatif dan tak mendapat surat suara pilpres. Dia juga mengatakan, pemungutan suara Pilpres di wilayah itu menggunakan sistem noken atau ikat. Warga merasa tidak adil dengan sisten tersebut. [dhn] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds