Kota Tangerang Punya 9 Motif Batik Khas

Advertorial  JUM'AT, 26 APRIL 2019 , 11:13:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Kota Tangerang Punya 9 Motif Batik Khas

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah/Dok

RMOLBanten. Indonesia memiliki berbagai macam kesenian dan kebudayaan, salah satunya adalah batik. Banyak orang yang sudah lama mengenal batik sebagai seni budaya khas Indonesia. Kepopuleran batik bahkan sudah terdengar hingga ke telinga mencanegara.

Sejauh ini, Kota Tangerang sudah mematenkan beberapa motif batik dari 9 motif batik. Kesembilan motif tersebut. 9 motif batik itu diantaranya, Herang, Nyimas Melati, Perahu Naga, Akhlakul Karimah, Tari Cokek, Cisadane 1, Cisadane 2, Masjid Al Azhom dan Barongsai.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Raden Rina Hernaningsih menjelaskan nama-nama itu diambil dari beberapa ikon serta tokoh di Kota Tangerang. Seperti halnya pada Nyi Mas Melati sebagai seorang pendekar perempuan dahulu di Tangerang.

Kemudian Masjid Al Azhom dengan kemegahan kubah terbesar di dunia. Serta beberapa kebudayaan lokal yang ikut ditarik, semacam tari cokek dan perahu naga. Untuk Cisadane sendiri, sudah jelas pasti tau itu apa. Sungai yang membentang mengelilingi Tangerang.

Lanjut Rina, Satu lagi yang tak terlewatkan adalah motif batik herang. Motif batik, kata dia,  ini memiliki nilai filosofis yang sederhana dari asal muasal kata herang, yakni bercahaya atau terang.

Tergambar pendopo, pintu air, perahu naga, sungai dan juga melati pada batik ini. Soal warna, meski terdapat beberapa unsur warna yang terang. Namun, Tangerang lebih dominan bermain di warna redup dan cenderung menampilkan warna yang tegas tidak melebur di banyak warna.

"Belum lama ini kita sudah mengirimkan tim ke wilayah Cirebon, untuk mempelajari proses pembatikan, sehingga ke depan hasil kerajinan batik khas Tangerang ini, semakin berkualitas dan bersaing dengan batik-batik dari daerah lain," tandasnya.

Semua upaya pelestarian batik, kata Rina, tidak lepas dari peran Pemkot Tangerang untuk mendorong Batik agar terus dilestarikan.

Jika ingin mengeksplorasi lebih mengenai batik khas Kota Tangerang , masyarakat dapat langsung menanyakan kepada banyak pengrajin batik di Kampung Batik Kembang Mayang, Jalan Mayang Rt.002/011, Larangan Selatan, Kota Tangerang. Atau mungkin, kalau ingin lebih menarik lagi bisa mendatangi Komunitas Batik (KOMBAT).

"Selain dapat memahami bagaimana prosesi dalam pembuatan batik, kalian akan diajarkan cara membuat batik yang seru dan asik” Katanya.

Sementara itu terkait harga yang dibanderol untuk Batik khas Tangerang, kata Rina masih terbilang nyaman dengan dompet. Tergantung muatan dan bahannya.

"Kita bisa pilih sendiri ingin yang berupa kain, kemeja, dress atau yang lainnya. Bila semakin mahal, maka dapat dikatakan proses pembuatan yang sedikit rumit dan bahannya yang berbeda” jelasnya.

Perlahan, katanya seiring dengan semakin terkenalnya batik khas Tangerang juga menjadi langkah positif dalam menaikkan segi perekonomian masyarakat Tangerang lewat batik dan pengrajinnya.

"Sudah sepatutnya kita mewarisi budaya yang dengan mengenakan batik, khususnya batik khas Tangerang. Bukan lagi sekadar perayaan sederhana dalam hal mantenan. Tapi lebih ke banyak agenda-agenda penting yang berbau kebudayaan dan ajang pertemuan,” pungkasnya. [adv]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds