Yang Gugur Tidak Bisa Dihitung Jari, Sikap Saya KPU Abai

KATA BUNG JOKER  SABTU, 27 APRIL 2019 , 01:37:00 WIB | OLEH: DEDE ZAKI MUBAROK

Yang Gugur Tidak Bisa Dihitung Jari, Sikap Saya KPU Abai

Foto: RMOL Banten

PESTA demokrasi serentak Pilpres dan Pileg 2019 yang sejatinya membawa kegembiraan semua pihak, berakhir anti klimak dan getir.

Bukan soal surat suara yang tercoblos, bukan soal dugaan kecurangan dan bukan juga soal perhitungan Situng KPU yang sering kali salah input data.

Tapi ini soal pelaksana penyelanggara pemilu yang terdiri dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwas, saksi dan aparat, juga para simpatisan yang ikut membantu.

Bagaimana tidak, pesta demokrasi yang harusnya menggembirakan ini, berujung horor. Hampir setiap hari, publik disuguhi berita sedih petugas KPPS meninggal dunia dan sakit.

Awalnya yang gugur ini bisa dihitung jari, kemudian kita mendengar belasan, puluhan dan terakhir tidak bisa dihitung jari karena jumlahnya sudah ratusan.

"Menangis saya mendengar korban jatuh sampai angka ratusan ini".

Dari data KPU sendiri yang masuk sampai Kamis (25/4), jumlah petugas KPPS yang gugur 225 dan sakit 1.470. Sementara perhitungan suara masih panjang. Atau baru mulai penghitungan di tingkat provinsi.

Tragis memang tragis, apa masalahnya?

Benarkah hanya karena kelehan karena Pileg dan Pilpres yang digabung atau ada hal lain, psikis tertekan. Kita kesampingkan hal lain itu.

Fokus ratusan orang adalah jumlah yang sangat besar yang tidak cukup hanya selesai dengan gelar sebutaan pejuang demokrasi saja. Ini akan menjadi cerita buat anak cucu kita dimana pesta demokrasi tahun 2019 tercatat jumlah penyelenggaranya banyak yang gugur. Ironis.

Para petugas KPPS ini adalah manusia biasa di tengah jutaan sorot pandang mata dugaan pemilu ini tidak Jurdil (jujur dan adil). Sementara, sikap Komisioner KPU yang selalu membela diri seolah-olah tidak ada masalah tidak sebanding dengan kerja keras perjuangan para petugas di bawah.

Mereka berjibaku menghitung surat suara, menghitung kembali karena ada yang terselip, dan terus menghitung sampai cocok, harus juga menerima bentakan dari pihak yang protes, kemudian mempertahankan surat suara itu agar betul-betul aman.

Para petugas ini bentul-betul berjuang dan mencurahkan waktu secara mental dan fisik.

Sementara pemberitaan baik cetak, televisi dan elektronok, para komisioner KPU sibuk berdebat membela diri kalau KPU ini bersih dan tidak bermain curang, sibuk menjelaskan human error Situng KPU. Mereka sibuk menepis dan menjelaskan kalau mereka jujur dalam penyelenggaraan pemilu.

Sejak jatuhnya korban, tidak ada langkah strategis menjaga petugas KPPS ini agar sehat dan tidak tertekan supaya tidak terus berjatuhan korban.

Langkah para komisioner hanya mengucapkan terhadap korban yang berjatuhan, mereka adalah yang gugur pahlawan demokrasi dan KPU berduka. KPU juga akan berusaha meningkatkan santunan dan anggaran untuk para petugas KPPS ini.

Bukan itu, langkah strtaegis KPU.

Harusnya kalau saya jadi anggota KPU. Langkah strategis saya, tambah petugas KPPS dan perangkatnya dengan melibatkan semua unsur baik itu masyarakat, akademisi termasuk mahasiswa dan relawan-relawan lain. Atau perlu relawan internasional dilibatkan.

Jangan memaksakan petugas yang ada, yang mental dan fisiknya sudah lemah karena waktu.

Menghentikan penghitungan suara bukan opsi, tapi menambah petugas juga relawan-relawan yang masih fit adalah opsi untuk menghidari korban terus bertambah banyak. Minimal itu dulu dilakukan.

Jika ini tetap dibiarkan, KPU bisa disebut abai, karena membiarkan keadaan tetap seperti itu, dan menyebabkan korban akan terus berjatuhan. Sudah cukup abai mereka terhadap kotak suara Kardus. Yang sedari diingatkan dari awal, masalah yang akan timbul dari Kardus.

Implikasi abai adalah pelanggaran dengan membiarkan korban terus berjatuhan. Kalau seperti itu, tunggu saja pidana dunia dan akhirat menanti. Wallahu alam bis shawab. [***]


Komentar Pembaca
Magis Sakti Ucapan Selamat Prabowo
Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

JUM'AT, 05 JULI 2019

Negeri Kita

Negeri Kita

SABTU, 25 MEI 2019

Pemilu 7 Tahap

Pemilu 7 Tahap

SELASA, 23 APRIL 2019

Pongah Dimakan Rayap

Pongah Dimakan Rayap

JUM'AT, 29 MARET 2019

Semoga Ini Hanya Ketoprak Politik

Semoga Ini Hanya Ketoprak Politik

SENIN, 11 MARET 2019

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds