Suparman: Seba Baduy Harmonisasi Warga dan Pemerintah

Pariwisata & Budaya  MINGGU, 05 MEI 2019 , 10:24:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Suparman: Seba Baduy Harmonisasi Warga dan Pemerintah

Foto/Net

RMOLBanten. Anggota DPRD Banten Suparman menilai perayaan Seba Baduy merupakan suatu budaya yang patut diapresiasi dan dilestarikan, sebab dalam tradisi tahunan ini ada harmonisasi antara warga dan pemerintah.

Demikian disampaikan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Golkar Banten ini kepada Kantor Berita RMOL Banten, Minggu (5/5).

"Esensi diadakannya Seba Baduy  untuk menjalin erat tali silaturahmi dan harmonisasi masyarakat Baduy dengan pemerintah terkhusus, dan warga banten pada umumnya," katanya.

Dikatakan Suparman, jika melihat kehidupan masyarakat Baduy secara langsung, masyarakatnya masih memegang erat budaya gotong royong, serta yakin akan kehidupan alam yang memiliki pengaruh akan keberlangsungan hidup.

"Banyak Budaya yang bisa dicontoh masyarakat modern dalam menjaga norma, menjaga lingkungan dan menjaga adat. Budaya itu seperti tidak merusak lingkungan, tidak menebang kayu sembarangan tidak membuang sampah di aliran sungai," ucapnya.

Ia mengatakan, masyarkat Baduy adalah masyarakat yang mampu menjaga adat dan norma yang harus dilidungi oleh pemerintah. Sebab, masyarkat adat Baduy telah mengajarkan kepada masyarakat umum dalam menjaga kelestarian alam.

"Suku Baduy hidup secara guyub dan bersatu, memelihara persatuan hingga menjaga kelestarian alam. Perilaku itulah yang harus ditiru oleh kita selaku masyarakat modern," tegasnya.

Diketahui Ribuan warga adat Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, Banten mulai Sabtu (4/5) turun gunung melaksanakan perayaan Seba Baduy.

Ritual yang sudah berlangsung sejak sebelum zaman Kesultanan Banten diikuti oleh ribuan warga Baduy baik Baduy luar maupun Baduy dalam.

Seba Baduy merupakan ritual seserahan hasil bumi serta melaporkan berbagai kejadian yang telah berlangsung setahun terakhir di suku Baduy kepada Ibu Gede dan Bapak Gede, yakni Bupati Lebak dan Gubernur Banten.

Seba sendiri merupakan sebuah upacara wajib setelah upacara Kawalu. Saat pelaksanaannya, aturan adat melarang pelaksanaan Seba dilakukan dengan berkendara khususnya kepada Baduy Dalam. [dhn]

Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds