Ke Gubernur, Suku Baduy Minta Ada Perda Desa Adat

Pariwisata & Budaya  MINGGU, 05 MEI 2019 , 21:25:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Ke Gubernur, Suku Baduy Minta Ada Perda Desa Adat

Foto/RMOL Banten

RMOLBanten. Perayaan Seba Baduy adalah tradisi bertemunya pemangku adat dan ribuan warga Baduy ke Gubernur Banten, setiap tahunnya selalu menitipkan komitmen kepada  pemerintah untuk melestarikan alam.

Tapi kali ini warga Baduy secara khusus juga meminta kepada pemerintah khususnya Pemprov Banten untuk segera dibentuk Perda tentang perlindungan hukum Desa Adat.

Saat ini budaya dan adat masyarakat Urang Kanekes atau Baduy lambat laun mulai terkikis dengan kebudayaan luar yang masuk ke Baduy.

Demikian di sampaikan oleh, Jaro Tanggungan 12, Saidi Putra selaku pimpinan upacara Seba yang mewakili suku Baduy, dalam acara Seba Baduy tahun 2019, di Pendopo Gubernur Lama, Alun-alun Kota Serang, Minggu (5/5).

Jaro Saidi Putra mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus peduli dengan tradisi masyarakat Baduy. Oleh karena itu, sambungnnya, pihaknya meminta agar segera dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) Desa Adat.

"Kami ini sebagai warga Indonesia, yang ikut serta dalam menjaga tanah air. Maka itu, kami meminta untuk dibuatkan Perda Desa Adat, agar bisa menjaga tradisi Orang Baduy," katanya.

Jaro Saidi Putra juga menjelaskan, bahwa keamanan di wilayah Kanekes Baduy sudah tidak lagi terjamin, karena banyak kekayaan alam yang telah hilang.

"Maka itu, Urang mohon Pemerintah daerah atau Pusat, untuk segera membuatkan Perda Desa Adat. Karena Urang hayang Kanekes subur, makmur, aman dan uman. (kami ingin Kanekes subur makmur aman dan lestari)," jelasnnya.

Menanggapi permintaan Orang Baduy, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengaku, akan segera memberikan tugas kepada Pemda Kabupaten Lebak, supaya dengan cepat dibuatkan Perda Desa Adat.

"Saya kira, dalam pembuatan Perda bisa dilakukan oleh Pemda setempat. Makannya saya akan segera menanggapi permintaan Orang Baduy, karena kelestarian budaya Orang Baduy harus dijaga dan dipertahankan. Jangan sampai terbawa budaya asing," ujarnnya.

Lanjut Wahidin Halim, adannya permintaan dari Orang Baduy, dirinnya merasa punya kewajiban untuk menjaga kelestariannya.  

"Ini pun akan menjadikan perhatian serius untuk Pemerintah Banten, dalam hal mengembalikan kekayaan alam Orang Baduy dan penguatan kebudayaan, melalui Perda Desa Adat," tandasnnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds