Pungli Hibah Rp 12 Miliar di Dindikbud Libatkan Oknum PNS

Kota Serang  SENIN, 06 MEI 2019 , 20:37:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Pungli Hibah Rp 12 Miliar di Dindikbud Libatkan Oknum PNS

Ujang Rafiudin/RUS

RMOLBanten. Empat orang terlibat dalam penyaluran hibah sebesar Rp 12 miliar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tahun anggaran 2018.

Modus mereka dengan meminta uang puluhan juta kepada lima yayasan atau lembaga pendidikan di Kabupaten Tangerang sebagai uang administrasi.

Dari empat orang tersebut, satu diantaranya merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten, dan tiga orang lainnya adalah dari pihak swasta.

Informasi yang dihimpun,  Senin (6/5), Pungli terjadi pada kegiatan penyaluran dana hibah kepada 69 dari 75 lembaga pendidikan sebesar Rp 12 miliar dari APBD Banten tahun 2018. Namun dari puluhan penerima hibah, ada lima lembaga telah  menyerahkan uang dengan alasan untuk biaya administrasi.

Satu lembaga pendidikan masing-masing menyerahkan uang kepada pihak swasta dan oknum ASN sebesar Rp30 juta. Dengan demikian total uang hasil Pungli berhasil dikumpulkan Rp150 juta.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dindikbud Banten, Ujang Rafiudin tak membantah adanya pungli yang terjadi pada saat penyaluran dana hibah kepada 69 lembaga pendidikan.
 
"Ada isu pungli, cuma saya tidak tahu, awalnya seperti apa," katanya seraya mengatakan dirinya telah dipanggil dan dimintai klarifikasi oleh pihak Inspektorat.

Ujang yang belum genap enam bulan menjabat Plt Sekretaris Dindikbud ini menuturkan, sebelum penyaluran dana hibah semua pihak diminta untuk berhati-hati, agar tidak melakukan perbuatan diluar ketentuan.

"Padahal sudah saya ingatkan agar itu (pungli) tidak boleh dilakukan. Hibah uang ke lembaga-lembaga, totalnya 75 lembaga pendidikan. Tapi pada saat pendandatangan NPHD (nota perjanjian hibah daerah) hanya 69 yang datang. Enam laginya  tidak datang, ada yang umroh, ada yang diwakilkan, dan yang diwakilkan kami anggap tidak datang. Awalnya sudah ketat," ujarnya.

Adapun penerima hibah kepada lembaga pendidikan lanjut Ujang,   nilai bervariasi. "Totalnya Rp12 miliar, tapi itu dibagi ke 69 lembaga pendidikan, ada yang dapat Rp40 juta, Rp100 sampai Rp 150 juta," katanya.

Kepala Inspektur Banten, E Kusmayadi membenarkan pihaknya sedang melakukan pendalaman Pungli atau pungutan tidak sesuai ketentuan, dengan memanggil pihak-pihak terkait.
 
"Ada empat orang, tiga dari swasta, satunya pegawai di Dindikbud Banten. Kita masih terus memanggil siapa-siapa saja yang berurusan dengan penyaluran dana hibah di Dindikbud," ungkap Kusmayadi.
 
Dikatakan Kusmayadi, lembaga pendidikan yang dimintai uang diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat.
"Lembaga pendidikan (korban) nya semua dari Kabupaten Tangerang," imbuhnya. [dhn]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds