Kembalikan 10 Juta, Menteri Lukman Diam Soal Rupiah Dan Dollar Di Lacinya

Hukum  RABU, 08 MEI 2019 , 18:23:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kembalikan 10 Juta, Menteri Lukman Diam Soal Rupiah Dan Dollar Di Lacinya

Menag Lukman/RMOL Network

RMOLBanten. Usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2018-2019  Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan kepada wartawan.

Menag Lukman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Romi. Menag diperiksa sekitar kurang lebih 5 jam keluar dari gedng KPK sekitar pukul 14.48 WIB.

"Tentu saya bersyukur bahwa saya hari ini bisa memenuhi kewajiban kosntitusional saya selaku warga negara yang tentu harus koperatif dengan lmbaga hukum ketika dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan perkara yang sedang ditangani," kata Lukman di gedung KPK, Kuningan Jakarta, Rabu (8/5).

Lukman mengaku dicecar banyak pertanyaan oleh penyidik KPK saat diperiksa selama kurang lebih 5 jam menjalani pemeriksaan.

"Waduh banyak sekali (pertanyaan KPK)," ujar Lukman.

Lebih lanjut, Menag Lukman yang juga politisi PPP ini mengaku telah mengembalikan uang Rp 10 juta yang diduga telah diterimanya dari Kepala Kanwil Jawa Timur, Haris Hasanuddin yang saat ini telah menjadi tersangka.

"Jadi, terkait dengan uang 10 juta itu saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari sebulan yang lalu uang itu sudah saya laporkan kepada KPK. Jadi saya tunjukkan tanda bukti laporan yang saya lakukan bahwa uang itu saya serahkan kepada KPK," ungkap Lukman.

"Karena saya merasa tidak berhak untuk menerima uang itu. Jadi itu yang bisa saya sampaikan," imbuhnya.

Namun demikian, terkait uang Rp 180 juta dan 30 Dollar AS yang telah disita KPK dari laci ruang kerjanya bersamaan dengan OTT Romi pada waktu itu, Lukman hanya melipatkan tangannya dengan nada tak menghiraukan pertanyaan terkait uang tersebut.

"Mohon maaf, mohon maaf, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," tutupnya seraya memasuki mobil. [dhn] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds