Fit And Proper Test

Opini  MINGGU, 12 MEI 2019 , 10:34:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

<i>Fit And Proper Test</i>

Ilustrasi/Net

SAYA mengagumi serta menghormati mahakarya kesusasteraan India seperti Mahabharata dan Ramayana sebagai sumber inspirasi bagi Wayang Purwa sebagai mahakarya kebudayaan Jawa dan Bali.

Tanpa mengurangi rasa kagum serta hormat terhadap Walmiki sebagai penggubah kisah Ramayana, saya pribadi sebagai penulis buku Kelirumologi Genderisme” yang mendambakan kesetaraan gender, merasa terusik oleh episod fit and proper test menjelang akhir kisah Ramayana setelah kerajaan Alengkadiraja berhasil ditaklukkan oleh Rama dan laskar wanara di bawah pimpinan Anoman.

Meragukan

Sebuah episode Ramayana berkisah tentang bagaimana Rama meragukan kesucian dan kesetiaan Sinta yang cukup lama berada di dalam istana Alengkadiraja sebagai tawanan Rahwana. Merasa berhak meragukan kesucian dan kesetiaan isterinya maka Rama merasa berhak memaksa Sinta untuk menempuh fit and proper test kesucian dan kesetiaan melalui tradisi pati obong.

Tanpa ragu Sinta meminta Laksmana menumpuk kayu bakar sebanyak mungkin kemudian Anoman membakar tumpukan kayu bakar itu sementara Sinta dengan gagah berani melompat ke dalam kobaran api yang sedang ganas menyala-nyala.

Mendadak Dewa Brahma dan Dewa Agni turun ke bumi menyambar demi menyelamatkan Sinta sebagai bukti kesucian dan kesetiaan Sinta terhadap Rama.

Tidak Adil


Episode fit and proper test itu mungkin terkesan keren bagi kaum lelaki namun sebenarnya tidak adil terhadap kaum perempuan! Kenapa hanya Sinta yang harus membuktikan kesucian dan kesetiaan dirinya? Seharusnya agar adil, Rama juga harus membuktikan kesucian dan kesetiaan terhadap Sinta selama dirinya berperang melawan Rahmana yang menyandera Sinta.

Jika Rama berhak meragukan kesucian dan kesetiaan Sinta maka sebaliknya Sinta juga tidak kalah berhak meragukan kesucian dan kesetiaan Rama! Tidak ada yang tahu apa saja yang dilakukan Rama selama tidak didampingi Sinta!

Seharusnya Rama juga wajib menempuh fit and proper test melalui tradisi pati obong setara dengan Sinta. Hanya memang tidak ada jaminan bahwa akan ada dewa atau dewi yang sudi menyelamatkan Rama dari kobaran api yang sedang ganas menyala-nyala! [***]

Penulis mendambakan kesetaraan gender 

Komentar Pembaca
Sejuk Dan Cemas

Sejuk Dan Cemas

RABU, 22 MEI 2019

Anjing Power

Anjing Power

SENIN, 20 MEI 2019

Pemilu Australia

Pemilu Australia

SENIN, 20 MEI 2019

Kucing Power

Kucing Power

MINGGU, 19 MEI 2019

Eggi Sudjana, Islam dan Buruh

Eggi Sudjana, Islam dan Buruh

SABTU, 18 MEI 2019

Kambing Power

Kambing Power

SABTU, 18 MEI 2019

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds