WH Ajak Pers Berantas Korupsi, Ketua PWI: Pers Bantu Lewat Pemberitaan

Pemprov Banten  SENIN, 13 MEI 2019 , 21:39:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

WH Ajak Pers Berantas Korupsi, Ketua PWI: Pers Bantu Lewat Pemberitaan

Pelantikan PWI Banten/RUS

RMOLBanten. Gubernur Banten Wahidin Halim ( WH) mengajak wartawan dan media di Banten membantu Pemprov Banten dalam uapaya pemberantasan korupsi agar Banten bebas dari korupsi.

"Saya butuh pers dan pihak lain yang ikut membantu. Saya sendiri gak akan mampu dalam upaya pemberantasan korupsi ini, meskipun kita sekuat tenaga sudah terapkan sisitem," kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam "Talkshow' peran pers dalam upaya membantu pemberantasan korupsi di Banten' usai pelantikan pengurus PWI Banten, di Pendopo Gubernur KP3B, di Serang, Senin(13/5).

WH menjelaskan, kasus korupsi pada awalnya sudah sangant 'complicated', namun saat ini sudah mulai berkurang dengan adanya upaya-upaya program pencegahan (Korsupgah) yang dikomandani KPK.

"Korupsi itu tidak hanya korupsi uang, bisa aja disiplin, waktu, Bahkan ada pejabat yang palsukan absensi dengan jari palsu silikon," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap peram pers atau media melalui pemberitaan-pemberitaan untuk mengantisipasi atau mencegah kosrupsi dengan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik atau melakukan 'tabbayun' (konfirmasi) agar tidakkmenjadi fitnah.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, wartawan atau pers harus membantu pemerintah dalam upaya melakukan program pemberantasan korupsi, salah satu uapayanya melakukan peliputan atau pemberitaan yang investigasif terkait kasus korupsi.

"Dengan banyaknya kasus korupsi menjadi momentum untuk membuka jalan pers melakukan investigasi, sehingga bisa mampu membongkar kasus korupsi dari pemberitaan itu," kata Atal.

Narasumber lain Ade Irawan dari ICW mengatakan, sektor yang paling rawan dan berpotensi terjadinya korupsi di Banten sejak dulu hingga saat ini adalah pada pengadaan barang dan jasa pemerintah. Oleh karena itu pada sektor ini harus menjadi perhatian penuh Gubernur Banten dalam upaya pemberantasan korupsi termasuk peran pengawasan dari pers.

"Bagaimana media di Banten juga bisa melaksanakan peran dalam pencegahan korupsi ini. Semua pihak harus bergerak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi ini," kata Ade Irawan.

Talkshow yang dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, perwakilan Korem 064 Maulana Yusuf Serang serta ratusan wartawan di Banten, juga menghadirkan perwakilan KPK dari tim Korsupgah di Banten.
 
"Data aduan terkait kasus korupsi di Banten yang masuk ke KPK sejak 2004 sampai sekrang ada sekitar 840 an aduan," kata Kuswandi dari Tim Korsupgah KPK di Banten. [dzk]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds