Rekap Nasional Suara Pilpres, Rizal Ramli Tantang KPU Debat Terbuka

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 01:31:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Rekap Nasional Suara Pilpres, Rizal Ramli Tantang KPU Debat Terbuka

Rizal Ramli/Dok

RMOLBanten. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak yang mengklaim kemenangan pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 ditantang untuk debat terbuka.

Tantangan datang dari tokoh nasional, Rizal Ramli, Rabu (15/5).

"Saya akan membawa ahli IT dan ahli statistik untuk menantang debat secara terbuka dengan KPU dan pihak yang mengaku memiliki data kemenangan paslon nomor urut 01 untuk berdebat secara terbuka, dan disiarkan media televisi," tegas Rizal Ramli, Rabu (15/5).

Tantangan debat publik terkait penghitungan suara Pilpres 2019, kata Rizal semata-mata untuk menjalankan prinsip demokrasi, yakni, bebas, adil dan jujur. Terlebih lagi demi menyelamatkan kedaulatan rakyat.

"Kalau merasa punya komitmen menjaga demokrasi dan ingin menegakkan kedaulatan rakyat, harusnya mereka mau menerima tantangan saya," kata mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya ini.

Sambung Rizal Ramli, melalui debat terbuka yang disiarkan media televisi niscaya dapat menguak pihak yang sesungguhnya telah melakukan kebohongan.

"Data situng KPU kan selalu dijadikan argumentasi oleh kubu 01 bahwa pihaknya sudah menang. Bahkan, mereka bluffing berdasarkan hitungan mereka, menangnya tebal. Tapi, data situng KPU aja banyak yang salah. Misalnya, input data tidak match dengan formulir C1. Ini lah yang membuat rakyat resah. Jadi, ayo kita buka-bukaan data, supaya rakyat tak bingung," ujar anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tegas menolak penghitungan suara yang tengah berjalan di KPU. Alasannya, BPN mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya di Pilpres 2019.

"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat indonesia yang sadar hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso dalam acara simposium 'Mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, kemarin petang (14/5).

Dalam acara yang dihadiri oleh Prabowo-Sandi tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya. Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU. BPN juga menampilkan penghitungan suara versi mereka.

Anggota Dewan Pakar BPN Laode Kamaluddin mengungkapkan, berdasarkan data sistem informasi Direktorat Satgas BPN, perolehan suara Prabowo-Sandi unggul. Hingga Selasa (14/5), pasangan Prabowo-Sandiaga disebut memperoleh suara sebesar 54,24 persen atau 48.657.483 suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma-ruf Amin memperoleh suara sebesar 44,14 persen.[dzk] 

Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds