Polisi Sebut Pembunuh Ustaz Di Serang Karena Kesal

Hukum  SABTU, 18 MEI 2019 , 00:31:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Polisi Sebut Pembunuh Ustaz Di Serang Karena Kesal

Foto/Rizki

RMOLBanten. Polisi mengungkap motif pembunuhan Ustaz Samsudin (44) warga Kampung Keramat, Kota Serang oleh warga Bogor bernama Romli (32).

Diketahui motif membunuh hanya karena kesal pelaku membunuh korban.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi di Mapolres Serang Kota, Banten, Jumat  (17/5).

"Iyah motifnya kesal pada korban, ada kekecewaan secara pribadi dari yang bersangkutan, secara khusus kepada korban," katanya.

Kapolres Firman mengetahui itu dari pengakuan pelaku  setelah siuman pascakoma selama dua hari di rumah sakit setelah sebelumnya diamuk massa.

"Setelah sadar korban diperiksa tim penyidik Polres," katanya.

Pelaku, kata Firman mengaku menghabisi ustaz Samsudin menggunakan golok milik korban yang disimpan di dalam kamar pribadinya.

"Saat itu tersangka Romli mendobrak kamar korban dan mengambil golok dikamar korban," ujar Firman.

Walau pengakuan pelaku kesal, tim penyidik masih mendalami motif pembunuhan karena keterangan tersebut berdasarkan pengakuan tersangka Romli.

"Terkait dengan hal itu, kita masih dalami unsur-unsurnya, karena yang tahu secara pastinya adalah antara pelaku dan korban untuk lebih spesifikasinya. Tapi secara umum, motifnya karena pribadi, tidak ada kaitan dengan hal yang lain," katanya.

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Polres (Polres) Serang Kota bersama Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengklarifikasi peristiwa pembunuhan terhadap guru ngaji di Desa Dadu Agung, Gunung Sari, Kabupaten Serang bukan seperti yang ramai tersebar di media sosial (Medsos).

Di mana di media sosial ramai dan viral pembunuhan terhadap ustad Samsudin dijadikan bahan hoax oleh orang tak bertanggung jawab.

Di media sosial, penganiayaan ini dikaitkan dengan serangan PKI terhadap ulama.

Kepolisian menegaskan bahwa kabar yang tersebar di medsos adalah hoax dan itu murni penganiayaan.

Demikian dikatakan oleh Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Priadinata saat konferensi pers di Mapolres Serang Kota Sabtu (4/5).

"Isu itu sangat menyesatkan, informasi tidak benar, yang sebenarnya adalah penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yang dilakukan Romli warga Bogor yang depresi karena bercerai dengan istrinya," katanya.  [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds