Tolak People Power, Perguron Terumbu Banten Siap Amankan KPU

Daerah  MINGGU, 19 MEI 2019 , 14:59:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Tolak<i> People Power,</i> Perguron Terumbu Banten Siap Amankan KPU

Perguron Terumbu Banten/Rizki

RMOLBanten. Pemilihan Umum 2019 telah selesai dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten dengan dibacakannya hasil Rekapitulasi Pleno pada hari Senin 13 Mei 2019 lalu.

Kubu Capres dan Cawapres 02 menuduh telah terjadi kecurangan dimana-mana secara masif dan terstruktur. Para pendung 02 ini akan turun ke jalan pada tanggal 22 itu, dengan gerakan people power. Nah gerakan people power ini bagi sebagian asing karena identik dengan melengserkan kekuasaan.

Begitupun yang dipahami pendekar di Banten, mereka menyatakan sikap untuk menolak adannya people power. Bahkan para pendekar dari tanah jawara itu pun siap untuk ikut serta membantu pengamanan KPU RI, jika memang dibutuhkan.

"Jadi untuk sekarang kita percayakan sepenuhnnya kepada TNI dan Polri yang mengamankan proses perhitungan suara di KPU RI. Kita mah hanya mendoakan saja dari sini, agar Indonesia aman, damai dan tentram," ungkap Ketua DPP Perguron Terumbu Pusat, Yadi Sufiyadi di Kota Serang, Minggu(19/5).

Dalam pernyataan sikap penolakan people power itu pun, yang di pimpin oleh Ketua Perguron Terumbu Pusat, Yadi Sufiyadi. Sudah melakukan himbauan kepada masyarakat Banten untuk tidak ikut serta dalam People Power, dan sabar menunggu hasil dari keputusan KPU RI.

Selain itu, para pendekar berjubah hitam sebanyak 100 orang. Tidak lupa, melakukan doa bersama untuk mengenang jasa pejuang Pemilu 2019 yang telah berguguran.

"Banten ini sudah kondusif aman dan nyaman. Makannya dimohon untuk warga Banten, tidak terbawa provokasi atas kabar yang tak benar. Lebih baik kita menunggu keputusan KPU RI pada 22 Mei 2019, dan doa bersama untuk kedamaian Indonesia," kata Yadi.

Kemudian diakhir acara pernyataan sikap, seluruh pendekar Banten berharap untuk peserta Pemilu 2019 bisa menerima hasil keputusan KPU RI pada tanggal 22 Mei 2019.

"Yang kalah harus legowo. Sedangkan bagi pemenang janganlah jumawa, dan bisa merangkul seluruh komponen masyarakat setiap Daerah di Indonesia," tanda Pria berkumis tipis yang memimpin pernyataan sikap penolakan people power. [dzk]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds