Lebaran Alasan Kemenhub Tangguhkan Bus Murni Jaya

Pemprov Banten  SENIN, 20 MEI 2019 , 01:06:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Lebaran Alasan Kemenhub Tangguhkan Bus Murni Jaya

Foto/Net

RMOLBanten. Pemerintah pusat melalui  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan penangaan proses rekomendasi pencabutan izin operasional Bus Murni Jaya yang diajukan Pemprov Banten.

Alasanya, mereka  membutuhkan angkutan untuk kepentingan arus mudik dan balik lebaran 1440 hijriah/2019.

Kepala Dinas Perhubungan  (Dishub) Banten Tri Nurtopo mengatakan, rekomendasi pencabutan izin operasional Bus Murni Jaya telah disampaikan ke Kemenhub memberikan kebijakan sementara waktu menangguhkan tindak lanjut dari rekomendasi tersebut.

"Intinya kita kan sudah kita coba, dari Jakarta (Kemenhub) tahan dulu deh," katanya, Minggu (19/5).

Ia menjelaskan, yang menjadi pertimbangan penangguhan dikarenakan saat ini sudah mendekati musim mudik dan arus balik lebaran. Dengan kondisi itu otomatis membutuhkan armada transportasi publik dalam jumlah yang besar. 

"Situasinya kita lagi ribut begini nih (persiapan mudik dan arus balik). Paling juga kalau kita mau pembahasan kita diundang rapat lagi,” imbuhnya.

Pihaknya berjanji akan terus mendorong agar rekomendasi tetap ditindaklanjuti. Berdasarkan aturan, jika rekomendasi tersebut diterima maka sebelum izin operasinal Bus Murni akan didahului dengan proses pembekuan selama enam bulan.

Pada masa tersebut, manajemen perusahaan Bus Murni Jaya diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan manajemen. Akan tetapi jika dinilai tidak ada perubahan maka tak menutup kemungkinan izinnya bakal benar-benar dicabut.

"Belum ada pembekuan, karena yang mengeluarkan bukan kita. Kita hanya rekomendasi. Kalau memang harus dicabut ya dicabut. Daripada banyak korban, mau?” ungkapnya.

Untuk menjamin keselamatan pengguna jasa Bus Murni Jaya selama musim mudik, kata dia, Dishub akan memperketat proses ramp chek atau pemeriksaan kelaikan kendaraan.

Untuk waktunya, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilyah VIII Banten.

"Ramp chek kami lagi diskusi dengan BPTD, karena kan objeknya sama terminal besar, Merak, Pakupatan (Kota Serang) sama Kadubanen (Kabupaten Pandeglang). Kalau terminal yang kecil-kecil mungkin (dilakukan oleh Dishub) kabupaten/kota,”  paparnya.

Adapun komponen yang akan diberiksa dalam ramp chek disesuaikan dengan standar keselamatan kendaraan seperti ban, kaca tidak boleh pecah, stir harus dalam kondisi baik. Meski kendaraan sudah mengantongi KIR namun pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikannya.

"Kami optimalkan di ramp chek. Kalau secara kapasitas (jumlah armada bus di Banten secara umum) mencukupi,” ujarnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, rekomendasi pencabutan izin dilakukan karena dirinya banyak menerima keluhan soal Bus Murni yang sering terlibat kecelakaan maupun berjalan ugal-ugalan. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang.

Sebab, pemprov telah menindaklanjuti keluhan mereka dan tetap menghormati proses dan regulasi penindakannya.

"Kita juga tidak boleh emosional, masyarakat juga, kita kembalikan kepada penegak hukum dan kita kembalikan regulasi tentang harus kita apakan," katanya.

"Saya sebagai gubernur juga turut prihatin dan merasa kecewa karena korban memang (berjatuhan) tiap tahun. Kepada sopir (Bus Murni Jaya), jangan karena kelakuannya menimbulkan korban bagi orang-orang yang harusnya dilindungi,” pungkasnya. [dzk]
 

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

<i>Flare</i> <i>May Day</i>

Flare May Day

KAMIS, 02 MEI 2019 , 00:48:00

The ads will close in 10 Seconds