Ketua Fraksi Hanura Menduga Wiranto Ingin Jatuhkan Jokowi

Politik  SENIN, 20 MEI 2019 , 10:59:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ketua Fraksi Hanura Menduga Wiranto Ingin Jatuhkan Jokowi

Menko Polhukam Wiranto/Net

RMOLBanten. Menko Polhukam Wiranto ditengarai punya maksud tersembunyi dalam membentuk Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam. Yakni ingin menjatuhkan Joko Widodo selaku presiden.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR, Inas N. Zubir dalam keterangan pers, Senin (20/5).

Menurut Inas, alasannya bukan tanpa sebab dilihat dari nama-nama yang masuk dalam tim tersebut, terdapat 2 orang pengacara yakni Dhoni Martin selaku praktisi dan Adi Warman, Sekretaris Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam. ‎

Keduanya disebut Inas sebenarnya merupakan pengacara kelompok Munaslub Hanura "ilegal" di awal tahun 2018 yang lalu.

"Pada tanggal 25 September 2018, dua orang dari Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam‎ tersebut telah menggugat Presiden Republik Indonesia, Jokowi dan Menkumham Yasonna Laoly di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam perkara SK Kepengurusan Partai Hanura," jelasnya

Melihat dari itu, Inas pun menduga kalau gugatan yang dilayangkan kepada Menkumham dan Jokowi sesungguhnya atas perintah Wiranto.

"Ini yang menjadi menarik, karena Wiranto adalah salah satu Menteri dalam Kabinet Presiden Jokowi tapi berupaya menjatuhkan Presiden dengan cara memerintahkan anak buahnya menggugat Presiden," tekannya.

Maka dari itu, lanjut dia, yang harus diwaspadai adalah, munculnya dugaan bahwa pembentukan Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam‎ tersebut merupakan bagian dari grand design atau modus operandi yang juga berkaitan dengan gugatan kepada Presiden Jokowi.

Tidak lupa, Inas pun mengharapkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk segera menindaklanjuti dugaan tersebut.

"Tim ini ditugaskan untuk memberi masukan pada pemerintah, terkait berbagai kasus pelanggaran ‎hukum, apakah benar demikian? Atau apakah ada udang di balik bakwan yang dapat merugikan Presiden Jokowi?" pungkasnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds