Permohonan Kepada Menko Polhukam

Opini  SABTU, 25 MEI 2019 , 12:05:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Permohonan Kepada Menko Polhukam

Menko Polhukam Wiranto/Net

MENTERI Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam) Jenderal TNI Purnawirawan Wiranto yang saya hormati, saya menulis permohonan ini dengan penuh rasa duka sehubungan dengan jatuhnya para korban kehilangan sumber nafkah, korban luka-luka bahkan korban nyawa akibat kekerasan yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta.

Duka

Dapat dibayangkan betapa berat beban derita yang terpaksa harus dipikul oleh para korban yang luka-luka dan/atau kehilangan nafkah maupun sanak keluarga para korban terutama yang ditinggalkan oleh korban yang meninggal dunia. Mereka semua adalah sesama manusia dan sesama warga Tanah Air Udara yang kita cintai bersama ini.

Di samping merasa duka, saya juga merasa kuatir bahwa ada pihak yang berhasrat melakukan balas dendam tanpa kejelasan terhadap siapa balas dendam disasarkan. Sebab kekerasan yang terjadi di tengah suasana kacau-balau secara massal pada hakikatnya sangat sulit untuk menemukan siapa sebenarnya insan yang merusak, melukai dan membinasakan.

Komnas HAM

Maka dengan penuh kerendahan hati sebagai rakyat Indonesia yang cinta negara, bangsa dan rakyat Indonesia, saya memberanikan diri memohon kepada Bapak Menko Polhukam berkenan segera menugaskan Komnas HAM melakukan langkah-langkah nyata yang tentu diharapkan bukan makin memperkeruh suasana yang sudah keruh namun InsyaAllah mampu menjernihkan kekeruhan serta meredakan gejolak kebencian yang sudah terlanjur terjadi.

Mungkin juga perlu dibentuk Tim Pencari Fakta seperti pada pasca Tragedi Mei 1998 bukan untuk mencari siapa yang bersalah namun apa yang salah demi mencegah jangan sampai tragedi kemanusiaan yang sama kembali terjadi persada nusantara nan indah permai, aman dan damai gemah ripah loh jinawi tata tenteram kerta raharja.

Museum Kemanusiaan

Dengan penuh kerendahan hati saya sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan juga memberanikan diri memohon perkenan Bapak Menko Polhukam berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendirikan Museum Tragedi Mei 2019 seperti Museum Holocaust, Museum Tragedi 911 di kawasan petilasan WTC New York, Museum Homisida di Armenia, Museum Tragedi Kemanusiaan di Bosnia Herzegovina dan museum kemanusiaan lain-lainnya sebagai upaya memberikan pembelajaran serta pengingatan bagi umat manusia demi tidak mengulang tindakan angkara murka yang dilakukan oleh manusia terhadap sesama manusia. [**]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Komentar Pembaca
Resolusi Konflik PB HMI, Perlukah<i>?</i>

Resolusi Konflik PB HMI, Perlukah?

SENIN, 19 AGUSTUS 2019

Kazan

Kazan

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

SABTU, 17 AGUSTUS 2019

Mengenal Sosok KH Tubagus Ismail, Pejuang Dan Ulama Banten
Mati Darurat

Mati Darurat

RABU, 14 AGUSTUS 2019

Kasus Enzo, Untung Saja Mahfud MD Gagal Jadi Cawapres
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds