Pengunjung Kesultanan Banten Protes Tarif Parkir Mahal

Pariwisata & Budaya  SELASA, 11 JUNI 2019 , 01:34:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Pengunjung Kesultanan Banten Protes Tarif Parkir Mahal

Foto/RAG

RMOLBanten. Meski sudah dilakukan revitalisasi oleh Pemprov Banten, Kawasan Kesultanan Banten, kurangnya lahan parkir menjadi kendala pengunjung.

Celakanya, lahan parkir tidak disediakan pihak pengelola, dan hanya tersedia lahan parkir liar yang  bayaran cukup mahal tanpa keamanan yang terjamin.

Akibatnya pengunjung merasa kesal dan resah.

Pantauan Kantor RMOL Banten dilokasi, memang biaya parkir yang harus dikeluarkan pengunjung kawasan Kesultanan Banten sebesar cukup membebani pengunjung kelas menengah ke bawah. Tarif parkir untuk pengendara roda dua, Rp 5.000. Sedangkan pengendara roda empat dikenakan tarif senilai Rp 15.000.

Salah satu pengunjung Kawasan Banten Lama, Herliana yang menggunakan kendaraan roda dua mengaku, keberatan dengan lokasi lahan parkir yang tidak strategis, dan jauh dari tempat ziarah.

"Nanti kalau motor saya hilang bagaimana? Apakah ada yang mau bertanggung jawab?, seharusnya pengelola memikirkan ini, agar kenyamanan pengunjung bisa terjamin aman dan nyaman," ungkapnya saat ditemui di Kawasan Kesultanan Banten, Senin (10/6).

Sementara itu, pengunjung dengan kendaaan roda empat, Sarnadi mengeluhkan hal sama. Bahkan dirinya menilai, penataan Banten Lama seperti tidak ditata dengan rapih.

"Masa mau parkir aja berebut. Bahkan saat mau bayar parkir, pada lari-larian dengan berebut uang Rp 15 ribu. Ini pengelolaan Keraton Banten  bagaimana, ko tidak rapih dan terkesan berantakan," ujarnya.

Menyikapi hal itu, Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, Tb Abbas Wase yang merupakan penanggung jawab pengelolaan Kawasan Kesultanan Banten, mengakui, memang belum disediakannya lahan parkir untuk pengunjung yang datang ke Banten Lama.

Dirinya menegaskan, bahwa tidak pernah memberikan izin untuk adannya pengutan parkir bagi pengunjung.

"Itu semua ilegal dan tidak resmi, tanpa adannya persetujuan dari kami (Kenadziran Kesultanan Banten)," tegasnya.

Tb Abbas Wase juga menjelaskan, bahwa sudah memberikan teguran kepada pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menarik parkir di daerah Kesultanan Banten.

"Tapi mereka tidak mendengarnya. Intinya kita sudah pernah menegurnya," tandasnya. [dzk]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds